Sisa-sisa makanan inilah yang kemudian mengundang serangga seperti semut, lalat, hingga kecoa yang masuk ke dalam kamar. Bahkan, naik ke atas kasur dan mengerubungi remah-remah makanan yang menempel di sprei.
Selain mengganggu dan menyebabkan rasa jijik, bukan tidak mungkin muncul masalah-masalah pada kulit, bahkan penyakit serius lainnya akibat bakteri dari serangga-serangga tersebut.
5. Berbagai Penyakit Gangguan Saluran Pernapasan
Kombinasi bakteri, kuman, serangga, serta debu yang menumpuk pada sprei juga akan menyebabkan infeksi pada saluran pernapasan, terutama dalam jangka panjang. Menghirup terlalu banyak kotoran dan debu berisiko menyebabkan alergi, batuk, bersin, hidung tersumbat, dan radang tenggorokan.
Dalam kasus ekstrem, seseorang yang menghirup terlalu banyak debu dan kotoran dari sprei yang kotor bisa mengalami gangguan saluran pernapasan seperti asma hingga sesak napas akut. Situasi ini bisa sangat berbahaya bagi mereka yang sudah mempunyai kondisi asma sebelumnya.
Dapat dilihat dari dampak-dampak buruk ini, rutin mencuci dan mengganti sprei sangat penting dilakukan untuk kesehatan Anda. Untuk tempat tidur yang lebih bersih dan higienis, Anda juga bisa melakukan pembersihan kasur secara menyeluruh dengan jasa cuci kasur yang menggunakan alat khusus untuk mengangkat kotoran dan tungau.
Artikel Terkait:
7 Hal yang Wajib Kamu Tahu Sebelum Membeli Sprei
5 Bahaya Tungau Kasur Bagi Kesehatan Keluargamu
Bahaya Jika Terhirup, Bersihkan Debu di Rumah dengan 5 Cara Ini!
| Published by Dekoruma |
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- 6 Sepatu Puma Wanita yang Lagi Diskon 55 Persen di Toko Resmi, Ada Model Lari hingga Sneaker
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI