Suara.com - Selain memiliki fungsi utama untuk melindungi matras kasur dari noda dan kotoran, sprei juga menjadi bagian penting dari desain interior sebuah kamar tidur. Tidak heran jika sebagian orang memiliki hobi mengoleksi sprei dalam berbagai warna, motif, dan bahan.
Penataan tempat tidur pun berpengaruh kepada jenis sprei yang digunakan. Ada pemilik rumah yang menyukai suasana kamar tidur seperti di hotel dengan sprei tebal serba putih.
Ada pula penghuni rumah yang ingin kamar tidurnya terasa hangat dan homey, maka ia menggunakan sprei berwarna earthy, motif bunga-bunga, serta aksesoris tambahan seperti selimut wol, dan lain-lain.
Apapun preferensi dan selera Anda dalam menata tempat tidur, satu hal yang penting adalah rutin mengganti sprei, setidaknya seminggu sekali. Sprei baru dan bersih bukan hanya terasa lebih nyaman di kulit, tetapi menghindari penghuni kamar tidur dari berbagai dampak buruk yang merugikan bagi kesehatan.
Dekoruma menemukan setidaknya beberapa risiko terpapar penyakit kulit dan pernapasan lebih tinggi bagi penghuni kamar tidur yang jarang mengganti spreinya. Belum lagi gangguan-gangguan lain yang mempengaruhi kenyamanan dan kualitas istirahat di kamar tidur. Apa saja?
1. Bakteri dan Jamur Akibat Keringat dan Sel Kulit Mati
Meskipun tidur dalam ruangan ber-AC, tubuh tetap akan mengeluarkan keringat dan minyak alami. Dua hal inilah yang kemudian menyerap ke dalam serat sprei. Bila menumpuk dalam jumlah banyak, sprei lama kelamaan akan menjadi lembap dan
kotor.
Ketika sprei tidak diganti berbulan-bulan, sprei yang lembap dan kotor akan mengundang bakteri, bahkan untuk tumbuh. Bukan hanya keringat, situasi ini juga diperparah dengan sel kulit mati yang terperangkap di dalam sprei.
Regenerasi kulit selama tidur merontokkan sel-sel kulit mati yang tidak kasat mata dan masuk ke dalam sela-sela sprei. Jika dibiarkan saja, hal ini juga akan mengundang berbagai kuman dan bakteri untuk bersarang di sprei dan juga kasur sehingga menimbulkan masalah-masalah kesehatan dan kebersihan
lainnya.
2. Iritasi Kulit, Ruam, dan Penyakit Kulit Serius Lainnya
Seperti yang dijelaskan sebelumnya, sprei yang kotor dan jarang diganti akan memicu berkembangnya kuman dan bakteri yang memberikan efek negatif pada kesehatan secara jangka panjang.
Baca Juga: Pria Buat Kamar Hotel Berantakan Sebelum Check Out, Publik Tebak-tebakan Cari Alasannya
Sprei yang kotor juga akan mengundang serangga pengganggu seperti tungau debu atau tungau kasur dan kutu busuk. Dua serangga inilah yang bisa menyebabkan beragam masalah pada kulit tubuh apabila tidur di atas kasur yang dilapisi sprei kotor dalam jangka waktu yang cukup panjang.
Gigitan tungau debu dan kutu busuk bisa berakibat buruk pada kulit. Mulai dari gatal-gatal, ruam merah pada kulit, alergi, hingga iritasi yang menyebabkan luka dan rasa sakit pada kulit.
3. Muncul Jerawat dan Masalah Kulit Wajah
Selain bakteri, kuman, dan serangga pengganggu yang bersarang di kasur akibat sprei yang kurang higienis, debu yang menempel juga bisa memengaruhi kesehatan kulit, khususnya kulit wajah.
Belum lagi untuk para perempuan yang suka lupa membersihkan makeup sebelum tidur. Sisa-sisa makeup menempel pada sprei dan bantal, menyebabkan kasur semakin kotor.
Terus-menerus terkena wajah, salah satu masalah kulit yang paling sering muncul adalah jerawat akibat inflamasi pada wajah. Wajah pun akan tampak memerah dan kusam akibat breakout jerawat yang parah.
4. Mengundang Serangga Menyelinap ke Kasur
Tidak hanya kutu busuk dan tungau debu yang tidak kasat mata, sprei yang kotor juga akan mengundang serangga lain yang bisa dilihat dan mengganggu. Terutama, bagi orang-orang yang suka makan di kasur dan menyebabkan sisa-sisa makanan jatuh ke sprei.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
6 HP Murah dengan Kamera Terbaik Januari 2026, Harga Mulai 2 Jutaan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
Terkini
-
Apa Beda Super Flu dengan Flu Biasa? Penyakitnya Sudah Ada di Indonesia
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya