Suara.com - Anak-anak yang menderita pelecehan, penelantaran atau kekerasan di rumah cenderung memiliki masalah neurologis seperti stroke atau sakit kepala saat dewasa. Hal ini dinyatakan dalam penelitian yang dilaporkan dari peneliti Amerika Serikat (AS).
"Peristiwa traumatis di masa kanak-kanak telah dikaitkan dalam penelitian sebelumnya dengan risiko penyakit jantung, diabetes, perilaku kesehatan yang lebih berisiko seperti merokok dan penggunaan narkoba, dan penurunan harapan hidup," kata peneliti Dr. Adys Mendizabal, dari University of California, Los Angeles seperti yang dikutip dari Medicinenet.
"Studi kami menemukan bahwa orang dengan kondisi neurologis seperti stroke, sakit kepala, dan epilepsi lebih mungkin mengalami pelecehan, pengabaian, atau kekerasan rumah tangga saat masa kanak-kanak," tambah Mendizabal.
Studi ini tidak dapat membuktikan bahwa pengalaman ini menyebabkan kondisi neurologis, hanya saja keduanya tampak terkait. Penelitian ini telah diterbitkan di jurnal Neurology.
Untuk penelitian ini, para peneliti mensurvei hampir 200 pasien di klinik neurologi. Masing-masing menyelesaikan kuesioner tentang pengalaman masa kecil yang buruk dan diskrining untuk kecemasan dan depresi.
Para peneliti menemukan bahwa 24 persen pasien memiliki skor tinggi di rumah selama anak-aak, dibandingkan dengan 13 persen dari populasi umum.
Temuan ini menunjukkan bahwa orang dengan pengalaman masa kanak-kanak yang buruk mungkin memiliki lebih banyak gejala neurologis, cacat atau kebutuhan medis yang lebih besar.
Pasien-pasien ini juga enam kali lebih mungkin memiliki kondisi medis lain dan lima kali lebih mungkin juga memiliki kondisi kejiwaan. Skor depresi dan kecemasan juga meningkat pada banyak pasien.
"Pengenalan dini atas pengalaman masa kanak-kanak yang merugikan ini pada orang dengan kondisi neurologis mungkin merupakan cara untuk meningkatkan kesehatan mereka," kata Mendizabal.
Baca Juga: Mau Cepat Kaya, Ibu di Muna Paksa Anak Perempuan Berhubungan Badan
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem
-
Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil
-
Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya
-
2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik