Suara.com - Kabar duka datang dari dunia komedi Tanah Air. Komedian Rony Dozer meninggal dunia pada Kamis (11/11/2021) kemarin malam.
Ronny Dozer sempat mengeluh kolesterolnya naik setelah makan nasi padang beberapa hari lalu
Rony Dozer menceritakan kolesterolnya naik setelah makan nasi padang pada sahabatnya. Rency Milano. Saat itu, Rony mengeluh tak enak badan sehingga tidak bisa hadir di malam puncak Festival Film Indonesia (FFI) 2021 pada Rabu (10/11/2021) malam.
"Dia bilang habis makan nasi padang. Habis makan padang kolesterol naik. Padahal sakitnya ada juga gula," kata Rency dihubungi, Kamis (11/11/2021).
Berkaca dari pengalaman Rony Dozer, berikut ini cara mengendalikan kolesterol tinggi.
Batasi Lemak Trans
"Mereka (lemak trans) meningkatkan LDL Anda, menurunkan HDL Anda, dan meningkatkan risiko Anda terkena penyakit jantung dan stroke," kata Suzanne Steinbaum, DO, seorang ahli jantung di Lenox Hill Hospital di New York City seperti dilansir dari Web MD.
Tapi sulit untuk menghindari mereka. Mereka ditemukan dalam makanan yang digoreng, makanan yang dipanggang (kue, kulit pie, pizza beku, dan kue kering), dan margarin.
Itu sebabnya FDA mengambil langkah-langkah untuk menghapusnya dari pasokan makanan. Bagaimana Anda bisa menghindarinya sementara itu? Saat Anda pergi berbelanja, baca labelnya. Tapi hati-hati jika Anda melihat "minyak terhidrogenasi parsial" pada kemasannya. Itu hanya nama mewah untuk lemak trans.
Baca Juga: Tora Sudiro Berduka Rony Dozer Meninggal Dunia: Terima Kasih Sahabat
Jaga Kolesterol
Anda tidak perlu menurunkan banyak berat badan untuk menurunkan kolesterol. Jika Anda kelebihan berat badan, turunkan hanya 10 pon dan Anda akan memotong LDL Anda hingga 8 persen.
Tetapi untuk benar-benar menjaga berat badan, Anda harus melakukannya dari waktu ke waktu. Target yang masuk akal dan aman adalah 1 hingga 2 pon seminggu.
National Heart, Lung and Blood Institute mencatat bahwa sementara tidak aktif, wanita yang kelebihan berat badan biasanya membutuhkan 1.000 hingga 1.200 kalori setiap hari untuk menurunkan berat badan, wanita yang aktif dan kelebihan berat badan dan wanita dengan berat lebih dari 164 pon biasanya membutuhkan 1.200 hingga 1.600 kalori setiap hari.
Jika Anda sangat aktif selama program penurunan berat badan, Anda mungkin memerlukan kalori tambahan untuk menghindari rasa lapar.
"Berolahraga setidaknya 2 1/2 jam seminggu sudah cukup untuk meningkatkan HDL dan meningkatkan LDL dan trigliserida," kata Sarah Samaan, MD, seorang ahli jantung di Plano, TX. Jika Anda belum aktif, mulailah dengan perlahan -- bahkan 10 menit blok aktivitas dihitung. Pilih latihan yang Anda sukai. Dan sobat: Mitra olahraga dapat membantu Anda tetap di jalur.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian