Kebanyakan orang tidak sadar dirinya mendengkur ketika tidur di malam hari. Mereka juga mungkin tidak sadar kalau napasnya berhenti di malam hari, kecuali penyumbatannya sangat parah sehingga mereka terbangun terengah-engah dan tersedak.
Jika Anda melihat pasangan yang kebiasaan mendengkur tiba-tiba berhenti bernapas hingga terbangun terengah-engah, itu bisa menjadi tanda-tanda bahwa dengkuran sudah tidak normal.
4. Tekanan darah tinggi
Apnea tidur obstruktif dapat menyebabkan hipertensi. Setiap kali seseorang berhenti bernapas selama beberapa detik, sistem saraf simpatik tubuh beraksi dan meningkatkan tekanan darah.
Selain itu, tubuh melepaskan hormon stres yang disebut katekolamin, yang juga dapat meningkatkan tekanan darah seiring waktu.
Meskipun hipertensi bukan tanda gangguan tidur. Kondisi ini bisa menjadi tanda peringatan atas kondisi lainnya.
5. Berat badan
Indeks massa tubuh (BMI) adalah skor yang biasa digunakan untuk menunjukkan tingkat berat badan. Berat badan Anda dianggap normal jika BMI Anda antara 18,5 dan 24,9. Anda dianggap kelebihan berat badan bila BMI antara 25 dan 29,9.
Sedangkan, BMI 30 dianggap Anda mengalami obesitas. Orang yang mengalami obesitas atau sangat gemuk - dengan BMI 35 ke atas, seringkali juga mengalami apnea tidur obstruktif karena beban ekstra di mulut, lidah, dan lehernya.
Baca Juga: Ilmuwan Mengembangkan Obat Oral dengan Fungsi Ganda untuk Diabetes
Kondisi inilah yang akan membuatnya lebih sulit untuk bernapas, sehingga mereka tidur mendengkur. Karena itulah, ahli biasanya menyarankan orang dengan kondisi ini untuk menurunkan berat badan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
Terkini
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional
-
Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus
-
Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?
-
Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya
-
Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak
-
Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya