Suara.com - Self-care atau merawat diri sendiri sedang menjadi tren akhir-akhir ini dan banyak orang merasa self-care merupakan kebutuhan, bukan pilihan.
Banyak orang melakukan self-care dengan memanjakan diri mengonsumsi junk food yang mereka gemari atau hanya sekadar berleha-leha di rumah.
Namun, menurut pelatih kesehatan dan kebugaran holistik Lily Allen-Duenas, mengatakan bahwa self-care dengan cara tersebut adalah hal buruk.
"Kebiasaan self-care terburuk yang pernah saya saksikan adalah orang-orang berpikir memanjakan diri adalah merawat diri sendiri," tutur Lily kepada Eat This.
Ia melanjutkan, "Selama masih sehat dan bugar, Anda tidak boleh membiarkan diri Anda tidur selama 12 jam setiap hari dan menyebutnya self-care, Anda juga tidak boleh menyebut makan cupcake sehari sebagai tindakan perawatan diri."
Jadi, self-care atau merawat diri berarti memprioritaskan apa yang dibutuhkan tubuh Anda, bukan apa yang Anda inginkan.
"Omong-omong, sistem kekebalan yang kuat adalah kebutuhan mutlak demi mempertahankan kesehatan yang kuat secara keseluruhan," sambungnya.
Menurut Johns Hopkins Medicine, sistem kekebalan melindungi tubuh dari virus, racun, bakteri, serta jamur.
Sayangnya, banyak orang yang salah mengira bahwa mereka telah membuat pilihan baik untuk diri sendiri, padahal itu buruk untuk kesehatan.
Baca Juga: Bukan Malas, Inilah 4 Alasan Kamu Harus Belanja Kebutuhan Dapur Secara Online
Ada beberapa self care yang banyak orang lakukan ternyata sangat buruk untuk tubuh, yakni menghabiskan banyak waktu di dalam rumah, mengabaikan tingkat stres, hingga tidak aktif bergerak.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?