Suara.com - Demam berdarah (DBD) salah satu infeksi penyakit yang mengerikan karena bisa melemahkan tubuh dan menyebabkan sejumlah komplikasi parah.
Adapun komplikasi demam berdarah yang bisa terjadi termasuk kehilangan trombosit dan menginduksi sindrom syok dengue (DSS) yang terkenal.
Meskipun risiko kematiannya masih rendah, tetapi demam berdarah ini menimbulkan gejala yang cukup mengganggu aktivitas tubuh. Bahkan, demam berdarah juga bisa menimbulkan efek samping jangka panjang setelah seseorang pulih.
Demam berdarah memang bisa menjadi infeksi penyakit yang terbukti berisiko bagi orang yang memiliki kekebalan buruk. Tapi, riwayat penyakit yang serius atau riwayat pernah terjangkit DBD bisa membuat seseorang mengalami gejala DBD yang melemahkan dan bertahan lama bila terjangkit lagi.
Sama halnya dengan virus corona Covid-19, beberapa orang mungkin memang mengalami gejala demam berdarah yang berkepanjangan dan menghambat hidup sehat.
Meskipun gejala pemulihan pasca-demam berdarah mungkin tidak menyerang semua orang. Tapi, orang dengan kondisi kesehatan yang lemah atau infeksi demam berdarah parah bisa mengalami efek samping jangka panjang.
Berikut ini dilansir dari Times of India, beberapa efek samping demam berdarah dalam jangka panjang.
1. Kelemahan ekstrem dan kekebalan tubuh yang buruk
Infeksi virus seperti demam berdarah ditandai dengan demam tinggi yang khas, sehingga disebut demam patah tulang. Hal itu karena demam berdarah bisa membuat suhu tubuh seseorang naik sekitar 38-40 derajat celcius yang berlangsung lama.
Baca Juga: Virus Corona Ngamuk di Jerman, Total Kasus Kematian Covid-19 Tembus 100 Ribu
Apalagi, peradangan berat dan kehilangan trombosit bisa membuat seseorang sulit terbangun sehingga mengalami kelemahan. Kelelahan dan kelemahan bisa menjadi salah satu efek samping terberat yang harus dihadapi setelah pulih.
2. Rambut rontok
Infeksi demam berdarah juga bisa mengakibatkan kerontokan rambut. Orang yang pulih dari demam berdarah parah sering mengalami kerontokan rambut yang berlebihan.
Kerontokan rambut ini bisa bertahan 1-2 bulan setelah infeksi dengue akut. Beberapa orang yang terkena demam berdarah juga mengembangkan alopecia (rambut rontok di patch kecil) karena obat-obatan, stres metabolik atau hormonal atau infeksi sistemik yang parah.
3. Nyeri sendi dan otot
Nyeri sendi dan otot juga merupakan gejala khas dari demam berdarah. Kondisi ini disebut sebagai poliartralgia (nyeri sendi) dan mialgia (nyeri otot), yang bisa bertahan selama beberapa hari setelah Anda berjuang melawan demam.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
Pilihan
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
Terkini
-
Terbukti Bukan Asal Tren: Susu Flyon Direview dan Direkomendasikan Puluhan Dokter
-
Bukan Sekadar Main Kartu, Domino Kini Diakui sebagai Olahraga Pikiran
-
DBD Menular atau Tidak Lewat Sentuhan? Simak Fakta-faktanya
-
AI Masuk Dunia Wellness: Kursi Pijat Canggih Ini Bisa Baca Stres dan Sesuaikan Relaksasi
-
Penelitian Baru: Salinitas Air Minum Berkontribusi pada Risiko Hipertensi
-
Lawan PTM dari Rumah: Mengapa Kampanye Generasi Bersih Sehat Vital Bagi Masa Depan Kita?
-
Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar
-
Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker
-
Transformasi Operasi Lutut: Teknologi Robotik hingga Protokol ERAS Dorong Pemulihan Lebih Cepat
-
Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat