Suara.com - Kehamilan dapat memengaruhi banyak hal, salah satunya rutinitas tidur sang ibu. Tidur malam sang ibu bisa menjadi tidak nyenyak pada waktu tertentu dalam kehamilannya akibat insomnia.
"Pergeseran hormon kehamilan dan perubahan fisik adalah penyebab tidur yang buruk (insomnia)," jelas ahli kandungan Sara Lyon, kepada Romper.
American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) mendefinisikan insomnia sebagai kondisi saat tidur tidak cukup membuat orang merasa segar, setidaknya tiga malam seminggu selama satu bulan atau lebih.
“Insomnia sangat umum selama kehamilan, memengaruhi lebih dari setengah wanita hamil, terutama pada trimester ketiga karena tubuh mengalami perubahan fisiologis dan perut akan tumbuh dengan cepat,” imbuh dokter kandungan di Inspira Medical Group, Paul Osterdahl.
Meski wanita hamil bisa saja ngidam di malam hari dan membuat mereka terjaga, ini bukanlah penyebab utama insomnia selama kehamilan.
Osterdahl mengatakan alasan umumnya adalah ketidaknyamanan fisik, terutama saat perut semakin membesar.
"Paling umum, ketidaknyamanan fisik memengaruhi tidur secara buruk, seperti perut membesar, sakit punggung, nyeri panggil, mual, mulas, dan sering buang air kecil sepanjang malam," sambungnya.
Stres, kecemasan dan depresi juga dapat membuat ibu hamil kurang tidur.
Sementara Lyon menambahkan bahwa mual, keringat di malam hari, hingga sindrom kaki gelisah juga bisa membuat ibu hamil terjaga dari biasanya. Gejalanya bervariasi pada masing-masing ibu hamil.
Baca Juga: Dari Kecemasan hingga Stres Kronis, Berikut 5 Masalah Umum Penyebab Insomnia
"Gejala-gejala ini dapat bermanifestasi selama kehamilan, berubah dari hari ke hari,” tandas Lyon.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?