Suara.com - Varian Omicron tampaknya tidak lebih buruk daripada jenis virus corona lainnya. Organisasi Kesehatan Dunia juga mengatakan bahwa virus corona varian Omicron sangat tidak mungkin untuk sepenuhnya menghindari perlindungan vaksin.
Penilaian yang penuh harapan datang ketika kekhawatiran global tumbuh atas varian virus corona yang bermutasi, yang telah memaksa puluhan negara untuk memberlakukan kembali pembatasan perbatasan dan meningkatkan kemungkinan kembalinya penguncian yang menghukum secara ekonomi.
Meskipun kemungkinan lebih menular daripada varian sebelumnya, Omicron juga "sangat tidak mungkin" untuk sepenuhnya menghindari perlindungan vaksin, kata komandan kedua Organisasi Kesehatan Dunia seperti dilansir dari France24.
"Data awal tidak menunjukkan bahwa ini lebih parah. Bahkan, jika ada, arahnya ke arah yang lebih ringan," kata direktur kedaruratan WHO Michael Ryan.
Meski bersikeras bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan, Ryan mengatakan tidak ada tanda bahwa Omicron dapat sepenuhnya menghindari perlindungan yang diberikan oleh vaksin Covid yang ada.
"Kami memiliki vaksin yang sangat efektif yang telah terbukti efektif melawan semua varian sejauh ini, dalam hal penyakit parah dan rawat inap ... Tidak ada alasan untuk berharap bahwa itu tidak akan terjadi" untuk Omicron, tambahnya, menunjuk ke data awal. dari Afrika Selatan, di mana strain pertama kali dilaporkan.
Namun, Ryan mengakui bahwa ada kemungkinan vaksin yang ada terbukti kurang efektif melawan Omicron. ia menghitung lebih dari 30 mutasi pada protein lonjakan yang menandai permukaan virus corona dan memungkinkannya menyerang sel.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien