Suara.com - Mantan Kepala Satuan Tugas vaksin Covid-19 Inggris, Clive Dix, vaksin AstraZeneca dapat mengurangi angka kematian pada orang-orang yang rentan. Data ini berasal dari Inggris.
Dix juga mengatakan bahwa respons kekebalan seluler dari vaksin AstraZeneca tahan lama, berpotensi bertahan seumur hidup.
"Jika Anda melihat ke seluruh Eropa, dengan peningkatan kasus, ada juga peningkatan kematian yang lambat. Tetapi tidak di Inggris, dan kita harus memahami hal itu," jelas Dix, dilansir Independent.
Ia melanjutkan, "Saya pribadi percaya itu karena sebagian besar orang-orang yang rentan diberi vaksin AstraZeneca."
Dix mengaku melihat data awal yang menunjukkan bahwa suntikan AstraZeneca menghasilkan respons seluler yang sangat tahan lama.
"Dan jika Anda memiliki respons kekebalan seluler yang tahan lama, maka kekebalan dapat bertahan untuk waktu yang lama," imbuhnya.
Selama ini, vaksin yang juga dibuat oleh peneliti dari Universitas Oxford itu telah menghadapi kritik serta pujian selama pandemi virus corona ini berlangsung.
Vaksin AstraZeneca dipuji sebagai salah satu yang cepat tersedia untuk masyarakat dan dengan biaya rendah dibandingkan vaksin Covid-19 lainnya.
Namun, vaksin ini juga pernah mengalami masalah dengan adanya kasus pembekuan darah langka pada orang usia muda.
Baca Juga: Meski Sudah Vaksin, Pasien Kanker Tetap Berisiko Covid Parah saat Kena Infeksi Terobosan
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Mengenal Ultra Low Contrast PCI, Pendekatan Tindakan Jantung yang Lebih Ramah Ginjal
-
Bukan Sekadar Timbangan: Mengapa Obesitas Resmi Jadi Penyakit Kronis di 2026?
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD
-
Melawan Angka Kematian Kanker yang Tinggi: Solusi Lokal untuk Akses Terapi yang Merata
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini