Suara.com - Keluhan asam lambung memang jadi masalah tersendiri, yang sialnya, sering disepelekan oleh banyak orang. Padahal bahaya asam lambung cukup besar jika terlalu lama disepelekan dan tidak ditangani secara medis.
Pada umumnya asam lambung yang menimbulkan gangguan adalah ketika mula naik sampai ke tenggorokan. Banyak juga penyebab yang bisa memicu hal ini, mulai dari terlambat makan, makanan yang asam, makanan berlemak, hingga kelainan yang diderita di bagian lambung.
Nah, beberapa bahaya asam lambung ketika tak segera ditangani, antara lain sebagai berikut.
Paling Jelas, GERD
GERD atau Gastroesophageal Reflux Disease adalah resiko paling jelas yang mengancam saat Anda tak lekas menangani asam lambung yang bermasalah. Hal ini bisa membuat asam lambung naik ke kerongkongan dan mengiritasi lapisan kerongkongan.
Striktur
Kedua mungkin adalah striktur. Kondisi ini terjadi ketika ada kerusakan yang disebabkan oleh asam lambung, sehingga muncul luka di saluran pencernaan, khususnya tenggorokan. Luka ini yang membuat penderitanya sulit makan sehingga memicu kurangnya asupan nutrisi.
Pendarahan Gastrointestinal
Untuk yang ketiga, masih terkait dampak buruk keluhan asam lambung yang tidak ditindaklanjuti, adalah terjadinya pendarahan di dalam atau bagian dari saluran pencernaan. Sifat asam lambung yang sangat keras, benar-benar bisa membuat organ dalam terluka dan mengalami pendarahan.
Baca Juga: Selain Makanan, 5 Kebiasaan Harian Ini Bisa Sebabkan Refluks Asam Lambung!
Ulkus Peptikum
Ketika asam lambung tidak mendapatkan makanan untuk dipecahkan, maka asam lambung yang ada di perut bisa memicu terjadinya luka. Luka ini yang disebut dengan ulkus, yang bisa membuat perut terasa sangat tidak nyaman.
Esofagitis
Jika Ulkus Peptikum terjadi di area perut, maka Esofagritis justru terjadi di area kerongkongan. Gangguan ini dipicu asam lambung yang naik ke bagian tersebut, sehingga memicu terjadinya iritasi, pendarahan, bahkan luka pada bagian tenggorokan.
Sebenarnya bahaya asam lambung ini harus jadi perhatian mendasar bagi setiap orang. Sebab tak jarang asam lambung bisa ‘berulah’ karena hal-hal sepele. Maka dari itu, penting untuk Anda semua menjaga pola hidup sehat dan melakukan kontrol ke dokter secara rutin. Sederhana saja, tujuannya untuk mengenali risiko yang mungkin dimiliki, sehingga bisa segera diberikan penanganan tepat.
Kontributor : I Made Rendika Ardian
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?