Suara.com - Bagi beberapa orang, 2021 mungkin menjadi tahun yang berat. Terlebih pandemi virus corona yang masih terjadi hingga kini, membuat kesehatan mental terganggu.
Tetapi di tahun baru 2022 ini, kita harus menjadi lebih baik. Kita juga bisa menerapkan beberapa kebiasaan yang akan membuat kita lebih bahagia.
Huffington Post, merekomendasikan beberapa tips di bawah ini untuk lebih bahagia di tahun 2022 ini:
1. Mulai menulis jurnal yang dipenuhi rasa syukur
Menuliskan hal-hal positif, dari yang besar hingga yang sederhana sekalipun, dapat mengurangi stres, meningkatkan kualitas tidur, dan membangun rasa empati.
“Tidak ada cara yang benar atau salah untuk menulis jurnal, tetapi saya menyarankan agar ini menjadi latihan sehari-hari,” kata direktur psikologi klinis John Lee di Executive Mental Health.
Lee menyarankan untuk membuat jurnal pada waktu yang sama setiap hari, baik sebelum makan malam atau sebelum tidur.
2. Ambil napas dalam-dalam
“Stres memiliki banyak manifestasi fisik,” jelas psikiater Amanda Goldstein di California.
Baca Juga: Siapa Saja yang Berperan Dalam Menjaga Kesehatan Mental Siswa di Sekolah?
Manifestasi fisik tersebut dapat berupa masalah seperti sakit perut atau masalah pencernaan lainnya.
“Dengan mengubah pola pernapasan, Anda dapat mengelabui otak untuk menekan sistem saraf simpatik dan meningkatkan aktivitas parasimpatis Anda, atau istirahat dan mencerna," sambungnya.
Menurutnya, hal itu akan membuat kita merasa lebih tenang.
3. Rutin konsumsi air putih
Tubuh kita terdiri dari 60% air, namun hingga 75% dari kita mengalami dehidrasi kronis.
Pendiri dan CEO GEM, Sara Cullen, mengatakan minum cukup air setiap hari membantu meningkatkan suasana hatinya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?