Suara.com - Siapa sangka Anya Geraldine punya kebiasaan buruk suka melindur saat tidur. Termasuk yang baru saja ia lakukan beberapa saat lalu, yaitu memesan pecel lele.
"Jam segini belum tidur, tiba-tiba ngidam pecel lele. Ya, semoga aja besok pagi gue nggak ngulangi kebiasaan buruk gue, yaitu melindur pesan gofood lagi, masa iya breakfast (sarapan)nya pecel lele," tulis Anya melalui instagram story @anyageralgine.
Gangguan tidur seperti melindur dalam istilah medis disebut dengan parasomnia. Dilansir dari Healthline, parasomnia adalah gangguan tidur yang menyebabkan perilaku abnormal saat tidur. Perilaku tersebut dapat terjadi di setiap tahap tidur, termasuk saat transisi dari terjaga ke tidur dan sebaliknya.
Kondisi ini tandanya bisa berupa bergerak, berbicara, atau melakukan hal tidak biasa selama tidur. Orang lain biasanya mengira Anda sudah bangun, tapi sebenarnya Anda tidak sadar, dan biasanya Anda tidak ingat kejadian tersebut.
Berikut ini jenis-jenis parasomnia yang perlu diketahui, dan yang sangat umum ditemui:
1. Tidur Berjalan
Dalam istilah medis disebut dengan sleepwalking atau somnambulisme, yaitu kondisi berjalan sambil tidur. Kondisi ini juga meliputi berbicara sambil tidur atau melakukan aktivitas normal di sekitar rumah.
Sleepwalking tidak hanya bsia terjadi saat tidur malam, tapi juga bisa terjadi saat tidur siang.
2. Mengigau
Mengigau atau tidur sambil berbicara juga masuk dalam kategori parasomnia, yang dalam istilah medis dikenal sebagai somniloquy.
Berbicara saat tidur bisa berupa bergumam atau berbicara dengan lantang dan suara yang jelas. Namun kondisi ini umumnya terjadi saat malam hari.
Baca Juga: Anya Geraldine Pamer Body Goals, Tato di Perut Bikin Salfok
3. Mengerang saat Tidur
Dikenal sebagai catatherenia yaitu mengerang keras saat tertidur. Biasanya terjadi seiring pelaku sedang menghembuskan napas perlahan dan dalam. Erangan bisa meliputi suara gemuruh, bersenandung, atau suara membentak dengan nada tinggi.
Sayangnya, mengerang saat tidur kerap diserupakan dengan mendengkur. Tapi nyatanya, ini sangat berbeda dengan mendengkur, karena erangan tidak berhubungan dengan masalah pernapasan.
4. Mimpi Buruk
Meski terkesan sepele, nyatanya mimpi buruk bisa sangat menganggu dan menyita waktu tidur karena sangat menguras emosi seperti marah, cemas, hingga ketakutan.
Kategori parasomnia ini bisa membuat kembali sulit tidur. Parahnya, untuk beberapa kasus berat, mimpi buruk kerap berulang sewaktu-waktu dan sangat menganggu.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak
-
Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan
-
Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari
-
Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit
-
Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya