Suara.com - Sejumlah gejala varian Omicron sudah terdeteksi. Tapi, ada banyak gejala lain yang aneh dan sulit terdeteksi.
Melalui aplikasi ZOE Covid Symptom Study, orang-orang sudah melaporkan gejala varian Omicron yang diderita.
Pilek, sakit kepala, kelelahan, bau yang berubah dan tidak nafsu makan merupakan gejala umum varian Omicron.
Tapi dilansir dari The Sun, sakit telinga sudah ditambahkan dalam gejala varian Omicron. Bukti yang berkembang menunjukkan sakit telinga adalah gejala varian Omicron, terutama pada orang yang sudah vaksinasi.
Orang-orang yang terkena varian Omicron sebagian besar mengalami gejala yang lebih mirip pilek. Meskipun beberapa orang mungkin mengalami gejala yang lebih buruk, terutama orang yang belum vaksinasi.
"Ada lebih banyak lagi di saluran udara besar paru-paru. Karena, varian Omicron ini lebih menginfeksi bagian hidung dan mulut," kata Pakar Penyakit Menular UCSF Dr Peter Chin-Hong dikutip dari The Sun.
Dr Peter tidak melihat varian Omicron ini menyebabkan infeksi dalam, seperti demam yang menyebabkan sakit, karena paru-paru tidak meradang dan kami melihat infeksi luar.
"Hidung meler, tersumbat, sakit telinga karena semua terasa sesak di bagian ini," katanya.
Para ilmuwan di Universitas Stanford telah melakukan tes bagian dalam telinga pada orang terpapar virus corona untuk melihat bagaimana virus mempengaruhi sistem.
Baca Juga: Diduga Keturunan Varian Omicron, Ahli Selidiki Varian Baru Virus Corona Covid-19
Mereka mencatat itu bisa memicu gejala telinga bagian dalam yang tidak disadari sebagai tanda virus corona Covid-19.
"Jika Anda melihat gangguan pendengaran atau pusing atau telinga berdenging, jangan abaikan mereka," kata Dr Konstantina Stankovic.
Pada beberapa pasien, ia melihat bahwa gangguan pendengaran adalah satu-satunya tanda infeksi virus corona Covid-19.
Jika Anda berpikir tubuh Anda terinfeksi vrius corona, Anda bisa melakukan tes dan mengisolasi diri.
Profesor Tim Spector, dari ZOE Covid Symptom Study, mengatakan bahwa varian Omicron ini bisa menetap di usus daripada di hidung.
Artinya, ketika orang terinfeksi dan mengalami gejala usus seperti sakit perut, hasil tes Covid-19 mereka akan negatif. Karena, tidak akan ada jejak varian Omicron di hidung atau mulut.
"Kita tahu bahwa virus ini menyebar ke berbagai bagian tubuh. Kemungkinan Omicron atau varian lain menyerang usus," jelasnya.
"Dan ini tidak akan terlihat di hidung. Jadi Anda bisa mengalami infeksi usus tetapi hasil tes negatif," tambahnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak
-
Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini
-
Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes
-
Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol
-
Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu
-
Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat
-
Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak
-
Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh
-
Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C
-
Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma