Suara.com - Hingga kini virus corona masih terus menyebar di seluruh dunia. Bahkan, ditemukannya virus corona varian omicron memicu lonjakan kasus Covid-19 di berbagai negara.
Salah satu negara yang mengalami lonjakan ialah Inggris. Bahkan, dilansir dari World of Buzz, seorang pelajar di Inggris dilaporkan terinfeksi Covid-19 empat kali.
Dia pertama kali terkena virus Covid-19 pada September 2020. Saat itu dia bekerja di bar dengan masker wajah, dan dinyatakan positif setelah mengalami gejala seperti kelelahan dan pilek.
Pada Januari 2021, kedua orang tua Wharton dinyatakan positif terkena virus. Meskipun mereka diisolasi di kamar mereka, dia masih terkena virus setelah tes PCR lagi. Gejalanya juga termasuk hidung meler.
Ketiga kalinya dia dinyatakan positif pada Februari 2021. Baru-baru ini, dia dinyatakan positif lagi setelah melakukan tes skrining sebelum berangkat ke AS. “Saya pikir saya tidak akan pernah terkena Covid-19 lagi,” katanya. Kali ini, dia mendapat gejala seperti flu tidak seperti pertemuan sebelumnya.
Untuk saat ini, Wharton telah mendapatkan kedua dosis vaksin tersebut dan sedang menunggu suntikan booster. Menurutnya, selama ini dirinya selalu dikarantina di rumah saat terkena virus, dan tidak pernah terkena virus tersebut saat merawat pasien Covid-19 selama masa magangnya.
Kasus positif Covid-19 di seluruh dunia bertambah lebih dari 2,79 juta dalam 24 jam terakhir. Di waktu yang sama, 6.356 orang meninggal akibat infeksi virus corona tersebut.
Kasus positif harian paling dilaporkan Perancis dengan jumlah 389.320 kasus. Sementara angka kematian terbanyak kemarin terjadi di Amerika Serikat yang melaporkan 841 jiwa.
Data pada situs worldometers, akumulasi kasus Covid-19 per Minggu, 23 Januari 2022, pukul 09.00 WIB tercatat telah mencapai 349,7 juta dengan kematian lebih dari 5,6 juta jiwa.
Baca Juga: Ketatkan Aturan Covid-19, PM Selandia Baru Batal Nikah
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi