Suara.com - Meski kita mengonsumsi makanan sehat, terkadang kita tetap membutuhkan suplemen untuk mencapai nutrisi harian yang dibutuhkan oleh tubuh.
Ahli imunologi Heather Moday mengatakan bahwa suplemen dapat menjadi pemenuh kebutuhan nutrisi. Tetapi bukan berarti kita bisa mengganti pola makan yang buruk dengan suplemen.
Kepada CNBC, Moday mengungkap suplemen vitamin yang dikonsumsinya untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan menjaga kekebalan tubuh.
1. Vitamin C
Karena manusia tidak dapat memproduksi vitamin C dan menyimpannya di dalam tubuh, vitamin ini perlu terus diisi ulang.
Vitamin C adalah antioksidan kuat, anti-inflamasi dan memperkuat sel-sel sistem kekebalan tubuh kita. Nutrisi ini dapat membantu mempercepat penyembuhan luka dan sangat bagus untuk kulit.
Dosis yang baik adalah 500 miligram, dua kali sehari untuk penyerapan maksimum.
2. Vitamin D
Vitamin D membuat sistem kekebalan bawaan lebih efisien dalam membunuh infeksi bakteri dan virus, dan dapat mengurangi risiko infeksi saluran pernapasan atas.
Baca Juga: 5 Makanan yang Berfungsi Sebagai Imun Booster
Karena vitamin D tidak mudah ditemukan di banyak makanan, kebanyakan orang perlu mengonsumsi suplemenya.
Moday menyarankan untuk konsumsi vitamin D dari 1000 hingga 2000 unit internasional (IU) per hari.
3. Zinc
Zinc adalah mineral dengan efek penting pada efektivitas sel dan sitokin sistem kekebalan bawaan serta adaptif kita.
Nutrisi ini membantu melawan virus, melindungi dari kerusakan radikal bebas pada sel dan terbukti mempersingkat durasi pilek.
4. Kurkumin
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
Terkini
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya