Health / Konsultasi
Rabu, 02 Februari 2022 | 09:43 WIB
Ilustrasi Virus Corona. (Pixabay)

Suara.com - Laporan dari WHO pada Selasa (1/2/2022) mengungkap, sub-varian dari jenis virus Corona Omicron yang sangat menular dan telah ditinjau oleh penelitian, telah terdeteksi di 57 negara.

Mesti tidak sebutkan negara mana saja yang teleh mendeteksi, varian Omicron yang dikenal cepat bermutasi ini telah menjadi varian yang mendominasi dunia, sejak pertama kalinya terdeteksi di Afrika Selatan 10 minggu yang lalu.

Dalam pembaruan epidemiologi mingguan, WHO mengatakan bahwa varian ini telah menyumbang lebih dari 93 persen dari semua spesimen virus Corona yang dikumpulan sebulan terakhir, mulai dari BA.1, BA. 1. 1, BA.2 dan BA.3.

Mengutip dari Medical Express, sub-varian BA.1 dan BA. 1. 1, versi pertama yang telah diidentifikasi masih mencakup lebih dari 96 persen dari semua urutan Omicron, yang diunggah ke dalam sains global GISAID.

Namun, ada peningkatan jelas pada kasus varian BA.2, yang menghitung beberapa mutasi berbeda dari lainnya, termasuk protein lonjakan yang memasuki sel manusia.

Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Dok. Envato)

“Sekuens yang ditunjuk BA.2 telah diserahkan ke GISAID dari 57 negara hingga saat ini,” ungkap WHO.

Lebih lanjut, WHO menambahkan bahwa di beberapa negara sub-varian, sekarang menyumbang lebih dari setengah dari rangkaian Omicron yang dikumpulkan.

Hal itu juga diungkap oleh Badan Kesehatan PBB, mengenai perbedaan antara sub-varian dan menyerukan penelitian tentang karakteristiknya. Termasuk penularannya dan seberapa besar penularannya.

Di samping itu, beberapa penelitian baru telah mengungkap bahwa sub-varian BA.2 lebih menular dibanding varian Omicron yang asli.

Baca Juga: Waspadai 6 Masalah Kulit Ini, Bisa Menjadi Gejala Lain Varian Omicron

Tentang sub-varian BA.2 ini telah diungkap oleh pakar terkemuka WHO tentang COVID, Maria Van Kerkhove. Ia mengatakan, informasi tentang sub-varian masih terbatas. Namun, beberapa data awal menunjukkan bA.2 memiliki sedikit peningkatan dibanding BA.1

Secara umum, Omicron diketahui menyebabkan beberapa penyakit lebih ringan dibanding varian sebelumnya, Delta.

Maria menegaskan, sejauh ini tidak ada indikasi bahwa ada perubahan tingkat keparahan pada sub-varian BA.2.

Ia menekankan, terlepas dari jenisnya, Covid-19 tetap menjadi penyakit berbahaya, sehingga perlu waspada untuk mencegah dan tetap patuhi protokol kesehatan.

“Kita perlu orang-orang sadar, bahwa virus ini terus beredar dan terus berkembang,” ungkap Maria.

“Sangat penting bagi kami untuk mengambil langkah, demi mengurangi virus ini di mana pun varian beredar,” tutupnya.

Load More