News / Internasional
Kamis, 06 Agustus 2026 | 12:51 WIB
Tentara Israel memasuki Masjid Al Aqsa [antara]
Baca 10 detik
  • Pelanggaran Israel di Masjid Al Aqsa berpotensi memicu bentrokan agama dan seruan jihad global.

  • Yordania mendesak intervensi internasional untuk menghentikan ekspansi pemukiman ilegal di Yerusalem Timur.

  • Pangkal utama konflik Timur Tengah adalah perampasan kedaulatan tanah Palestina, bukan perselisihan agama.

Suara.com - Agresi Israel yang terus merambah kawasan Masjid Al Aqsa berisiko memicu ledakan konflik keagamaan berskala global secara masif. Pemerintah Yordania menegaskan bahwa tindakan sepihak tersebut langsung mengancam keselamatan dua miliar umat Muslim di se luruh dunia.

Ancaman eskalasi ini berpotensi menggeser perlawanan politik menjadi aksi pertahanan iman internasional jika situs tersuci ketiga umat Islam terus diganggu. Kondisi tersebut memaksa para pemimpin Arab dan Muslim berkumpul mendadak di Amman guna merumuskan langkah penahanan provokasi.

Pemerintah Yordania menilai tindakan rezim sionis telah melewati batas toleransi diplomasi serta mengancam stabilitas kawasan. Yordania memperingatkan dampak berbahaya yang akan muncul jika provokasi terhadap tempat suci tidak segera dihentikan.

Jamaah shalat di luar Masjid Al Aqsa pada hari raya Idul Adha di Yerusalem Timur. [Dok.Antara]

"Pelanggaran Israel terhadap kesucian Masjid Al Aqsa dan upaya merongrong identitasnya dapat mengakibatkan konflik agama yang memicu seruan jihad global untuk mempertahankan satu dari tiga situs tersuci bagi dua miliar umat Muslim," kata Safadi, dikutip dari Sputnik, Kamis (6/8/2026).

Pencegahan dini harus segera dilakukan karena benturan antariman dipastikan tidak akan bisa diredam oleh diplomasi konvensional. Ledakan emosi keagamaan berisiko menyebar cepat tanpa mengenal batas-batas negara.

Komunitas internasional dituntut mengambil tindakan nyata untuk menghentikan tindakan sepihak di wilayah suci tersebut. Ketidaktegasan lembaga global hanya akan memberi ruang bagi pengambilalihan paksa aset keagamaan.

Hukum internasional secara sah mengakui kedaulatan warga Palestina atas tanah kelahiran serta sejarah panjang Yerusalem. Sementara itu, Wangsa Hasyimiyah Yordania memegang amanat historis sebagai pelindung resmi tempat suci Islam dan Kristen di sana.

Tanggung jawab menjaga kesucian kota itu merupakan kewajiban bersama seluruh masyarakat dunia dan umat beragama. Upaya sistematis pemusnahan identitas sejarah Yerusalem terus terjadi melalui berbagai aksi pendudukan.

Otoritas pendudukan terus memperketat pengawasan wilayah dengan membangun pemukiman ilegal secara meluas. Strategi penguasaan tanah ini bertujuan memutus hubungan geografis Yerusalem Timur dari wilayah Palestina lainnya.

Baca Juga: Ibu Hamil Tewas Dibom Israel di Gaza, Nyawa Satu Keluarganya Juga Melayang

Pemerintah penduduk juga membatasi ruang gerak jamaah yang hendak beribadah di Masjid Al Aqsa maupun gereja-gereja bersejarah. Tekanan ekonomi dan penyitaan aset finansial terus menyasar lembaga-lembaga keagamaan Kristen setempat.

Akar perlawanan di tanah Palestina murni bersumber dari perampasan kemerdekaan serta penjajahan fisik yang berlangsung puluhan tahun. Konflik ini sejak awal merupakan pertempuran merebut kembali kedaulatan wilayah yang dirampas secara paksa.

Upaya mengubah narasi menjadi perselisihan antaragama merupakan taktik untuk mengalihkan perhatian dunia dari fakta penjajahan. Hak dasar warga lokal atas kemerdekaan penuh tetap menjadi syarat utama terciptanya perdamaian abadi.

Load More