Suara.com - Bawang putih hitam atau bawang hitam merupakan salah satu bumbu dapur yang memiliki beberapa manfaat. Lantas, apa saja manfaat bawang hitam? Mari simak ulasannya berikut ini.
Diketahui, bawang hitam dibuat melalui fermentasi ekstensif dan proses penuaan di mana umbi bawang putih mentah disimpan antara 140 dan 190 F (60 hingga 87 C) pada kelembapan tinggi untuk waktu yang lama — terkadang hingga satu bulan. Proses ini menyebabkan warna, tekstur dan rasa seluruh umbi berubah.
Bawang hitam memiliki cita rasa manis yang lembut dan tekstur yang lengket. Nah, bagi yang ingin tahu apa saja manfaatnya, mari simak berikut manfaat bawang hitam yang dilansir dari berbagai sumber.
1. Meningkatkan kesehatan otak
Bawang hitam mengandung anti-inflamasi alami. Ini berguna untuk mencegah peradangan otak yang dapat merusak memori atau memperburuk fungsi otak dari waktu ke waktu. Bawang hitam dapat membantu kesehatan otak secara keseluruhan dan melindungi dari penyakit alzheimer.
2. Kaya akan antioksidan
Antioksidan adalah zat yang melindungi sel Anda dari radikal bebas (molekul yang berperan dalam banyak kondisi seperti penyakit jantung atau kanker). Bawang hitam memiliki kandungsn antioksidan 2-3 kali lebih banyak dibanding bawang putih mentah dari hasil proses fermentasi. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ia memiliki sifat anti-kanker dan dapat melindungi hati dari kerusakan.
3. Membantu mengatur gula darah
Mengonsumsi bawang hitam dapat membantu mengatur gula darah. Seperti yang diketahui, memiliki gula darah tinggi (hiperglikemia) dapat menyebabkan komplikasi parah seperti penyakit jantung, gagal ginjal dan kerusakan saraf, sedangkan memiliki gula darah rendah (hipoglikemia) dapat menyebabkan kejang, pingsan dan kematian. Kadar gula darah yang tidak teratur dapat menyebabkan komplikasi lebih lanjut dengan diabetes.
Baca Juga: Dokter Ungkap Tanda Seseorang Mengalami Gagal Jantung, Apa Itu?
4. Mengurangi risiko penyakit jantung
Bawang hitam dapat menurunkan kolesterol "jahat" LDL dan meningkatkan kolesterol "baik" HDL tubuh Anda. Hal ini berguna untuk mengurangi peradangan di jantung dan arteri Anda sambil meningkatkan aliran darah.
Nah, demikian informasi mengenai manfaat bawang hitam untuk kesehatan yang perlu Anda ketahui. Meski memiliki sejumlah manfaat, namun sebaiknya jangan mengonsumsinya secara berlebihan.
Kontributor : Ulil Azmi
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
Terkini
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional
-
Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus
-
Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?