Suara.com - Kebiasaan mendengarkan cerita sebelum tidur selama masa kanak-kanak memiliki banyak manfaat, yakni meningkatkan keterampilan bahasa saat mereka tumbuh dewasa dan menenangkan pikiran mereka.
Menurut dokter lulusan Universitas Harvard dan Yale serta pendiri The TrueveLab, Darria Long, MD, kebiasaan tersebut dapat diterapkan oleh orang dewasa juga sebelum tidur.
"Mendengarkan cerita biasa menenangkan, seperti cerita pengantar tidur orang dewasa," jelas Long kepada Mind Body Green.
Cerita tersebut bisa berasal dari buku, mendengarkan podcast, radio atau apa saja selain menatap layar.
Lakukan hal itu 30 menit sebelum tidur agar tubuh lebih santai sehingga mudah mengantuk.
Selain itu, Long juga menyarankan untuk mematikan layar gadget pada 60 hingga 90 menit sebelum tidur.
"Cahaya biru menganggu produksi melatonin, menyebabkan otak berpikir bahwa waktu masih siang. Ditambah, menatap layar sebelum tidur dapat merangsang otak, sehingga mencegah Anda mendapat tidur nyenyak," sambungnya.
Ia melanjutkan setiap cahaya terang sebelum tidur akan membuat tubuh lebih sulit menyadari bahwa sudah waktunya untuk bersantai.
Karenanya, Long merekomendasikan untuk menggunakan bohlam dengan watt rendah yang diletakkan di samping tempat tidur agar lebih nyenyak.
Baca Juga: Jangan Pernah Pakai Kaus Kaki saat Tidur Malam, Dampaknya Bisa Terjadi 4 Kondisi Ini
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia