Suara.com - Aura Kasih (35) merupakan salah satu dari banyaknya artis Indonesia yang memiliki body goals. Bahkan, bentuk tubuhnya yang langsing membuat banyak orang menudingnya telah melakukan sedot lemak.
Pelantun 'Mari Bercinta' ini mengaku pernah berpikiran untuk melakukan sedot lemak. Namun, ia urungkan karena banyak hal yang perlu dihindari dan masa pemulihannya membutuhkan waktu lama.
"Sempat kepikiran (sedot lemak). Tapi do and don't nya banyak banget. Recovery juga satu bulanan," tulisnya dalam Instagram Story.
Akhirnya, ia pun memutuskan untuk mengubah pola makan dan rajin berolahraga.
"Saya makan yang bener aja. Nasinya pakai nasi merah, pagi cuma makan buah dan probiotik. Jalan kaki 30 sampai 40 menit," sambungnya.
Prosedur sedot lemak atau liposuction memang tidak akan langsung menampakkan hasilnya, menurut laman plasticsurgery.org.
Sebaliknya, kemungkinan pasien akan merasakan berat tubuhnya bertambah atau bagian yang dioperasi terlihat lebih besar.
Sebab, retensi cairan dan pembengkakan setelah prosedur dapat menyebabkan pasien terlihat kembung. Hasil akan terlihat ketika pembengkakan berkurang.
Beberapa kulit di area yang disedot lemak juga akan terlihat kendur. Ini dapat menjadi kencang seiring waktu, namun tergantung pada berbagai faktor seperti usia atau berapa banyak lemak yang dihilangkan.
Baca Juga: Aura Kasih Dituding Lakukan Sedot Lemak: Bagaimana Cara Mengetahuinya?
Bergantung pada seberapa banyak lemak yang dihilangkan, hasil akhir dari sedot lemak dapat terlihat dalam satu hingga tiga bulan setelah prosedur.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh