Suara.com - Naiknya asam lambung saat beraktivitas bisa menjadi masalah dan pengganggu yang tak bisa diacuhkan. Hal ini karena sensasi tak nyaman yang muncul benar-benar terasa, sehingga membuat penderitanya harus menunda aktivitas. Penyebab asam lambung naik sendiri beragam, dan akan berguna untuk mengetahuinya sehingga bisa ditentukan dengan tepat cara menanganinya.
Untuk melihat beberapa penyebab asam lambung naik yang paling umum, Anda bisa lihat poin di bawah ini.
Penyebab Asam Lambung Naik : Obesitas
Ketika berat badan berlebih, ada kemungkinan tekanan pada lambung juga meningkat. Hal ini bisa memicu naiknya asam lambung sehingga muncul berbagai sensasi yang tak nyaman. Tidak secara langsung jadi penyebab naiknya asam lambung, namun jadi salah satu faktor besar pemicunya.
Rusaknya Sfingter Esofagus Bawah
Naiknya asam lambung juga bisa terjadi karena otot di bagian bawah kerongkongan lemah atau kendur. Otot ini disebut dengan sfingter esofagus, dan berfungsi sebagai pintu gerbang ke lambung. Otot yang lemah tak bisa menjalankan fungsinya dengan baik, sehingga asam lambung bisa naik ke kerongkongan saat makanan masuk ke lambung.
Konsumsi Makanan Tertentu
Beberapa kandungan dalam makanan juga bisa jadi pemicu atau penyebab asam lambung naik. Biasanya, makanan yang memicu hal ini adalah yang mengandung banyak minyak, bersifat asam, atau sifat sejenis. Misalnya saja daging tinggi lemak, minuman berkafein, makanan terlalu pedas, dan lain sebagainya.
Efek dari Kehamilan
Baca Juga: Ria Ricis Dilarikan ke Rumah Sakit karena Sakit Lambung, Ketahui 3 Macam Penyakit Ini
Meningkatnya hormon estrogen dan progesteron pada ibu hamil juga bisa jadi salah satu pemicu naiknya asam lambung. Tekanan pada bagian lambung dan kondisi otot sfingter esofagus yang lemah menjadi efek dari perubahan hormon dan pertumbuhan janin di rongga perut.
Gangguan Fungsi Perut
Penderita keluhan lambung ini terkadang memiliki fungsi saraf atau otot yang tidak normal di bagian perut. Pada beberapa kondisi, makanan bisa dicerna terlalu lambat. Efek berantainya adalah penundaan perut mengosongkan isinya, kemudian mengakibatkan tekanan di dalamnya meningkat dan memicu naiknya asam lambung.
Beberapa penyebab asam lambung naik di atas semoga bisa jadi pengetahuan yang berguna untuk Anda. Tentu, penerapan pola hidup sehat akan jadi solusi terbaik. Namun jika sudah mengganggu, lebih baik mendatangi dokter untuk memeriksakan kondisi kesehatan Anda.
Kontributor : I Made Rendika Ardian
Berita Terkait
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Ruam Popok Bukan Sekadar Kemerahan, Cara Jaga Kenyamanan Bayi Sejak Hari Pertama
-
Tak Hanya Indonesia, Nyamuk Wolbachia Cegah DBD juga Diterapkan di Negara ASEAN
-
Dokter Ungkap Pentingnya Urea Breath Test untuk Cegah Kanker Lambung
-
Self-Care Berkelas: Indonesia Punya Layanan Kesehatan Kelas Dunia yang Nyaman dan Personal
-
Lupakan Diet Ketat: Ini 6 Pilar Nutrisi Masa Depan yang Bikin Sehat Fisik dan Mental di 2026
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Rahasia Puasa Tetap Kenyang Lebih Lama Tanpa Loyo, Ini Pendamping Sahur yang Tepat
-
Lantai Licin di Rumah, Ancaman Diam-Diam bagi Keselamatan Anak
-
Zero-Fluoroscopy, Solusi Minim Risiko Tangani Penyakit Jantung Bawaan Anak hingga Dewasa