Suara.com - Seorang ibu melahirkan bayi dengan dua kepala, tiga tangan, dan dua hati karena kondisi medis yang langka. Dokter awalnya memberi tahu Shaheen Khan, dari Ratlam, India, bahwa dia akan melahirkan anak kembar selama USG.
Tetapi yang mengejutkan petugas medis, ditemukan bahwa dia membawa dua anak yang disatukan oleh satu batang tubuh. Bayi-bayi tersebut dilaporkan mengalami kelainan langka yang disebut parapagus dicephalic.
Kondisi yang terjadi di dalam rahim biasanya dianggap fatal dan sering mengakibatkan bayi lahir mati. Namun, dokter mengatakan mereka tidak berencana untuk mencoba mengoperasi setelah anak tersebut selamat dari "hari-hari awal".
Bayi ajaib itu dirawat di rumah sakit di kota terdekat Indore karena ibunya terus menerima perawatan di Ratlam.
Masih belum jelas apakah pendatang baru diperlakukan sebagai kembar siam atau satu anak karena teori mengenai definisi resmi kelainan terus beredar online.
Seorang dokter yang merawat anak Khan, Dr. Lahoti, mengatakan: “Kasus semacam ini jarang terjadi dan kondisi bayi masih belum pasti, terutama pada hari-hari awal.
“Karena itu, kami terus mengawasi mereka.
"Kami belum merencanakan operasi apa pun pada pasien."
Tahun lalu, sepasang kembar siam dipisahkan setelah menjalani operasi yang melelahkan selama 16 jam oleh keajaiban medis.
Operasi, di mana kesalahan bisa berakibat fatal, membutuhkan tim yang terdiri dari 25 staf medis termasuk 10 ahli bedah untuk menyelesaikannya.
Seorang dokter yang merawat anak Nyonya Khan, Dr. Lahoti, mengatakan: "Kasus semacam ini jarang terjadi dan kondisi bayi masih belum pasti, terutama pada hari-hari awal.
Noor ul Owase Jeelani dari Great Ormond Street, yang memimpin operasi tersebut, mengatakan: “Mereka masih melihat diri mereka sebagai satu orang – sulit bagi kami untuk membayangkan bahwa mereka terhubung dengan seseorang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- 5 Rekomendasi Lipstik Anti Luntur Saat Dipakai Makan Gorengan
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien