Suara.com - Sekarang ini, banyak orangtua beralih ke teknologi untuk menghibur anak-anak mereka dan melupakan tradisi yang biasanya dilakukan sebelum tidur, yakni storytelling atau mendongeng.
Mendongeng tidak hanya sekadar aktivitas untuk membuat anak-anak tertidur, tetapi juga memainkan peran penting dalam perkembangan psikologis anak.
Menurut The Health Site, berikut manfaat mendongeng bagi anak-anak:
1. Membuat mereka penasaran dan imajinatif
Mendongeng adalah kegiatan yang sangat kreatif dan interaktif. Anak-anak menjadi penasaran ketika perkembangan cerita.
Hal ini mendorong mereka untuk berpikir dan bertanya tentang bagaimana cerita berlangsung. Mereka juga bisa memahami pelajaran berharga di balik sebuah cerita.
2. Membuat mereka memahami emosi
Cerita dapat membantu anak kecil memahami gagasan tentang perasaan dan emosi. Anak-anak akan merasa terhubung dengan karakter dalam cerita, membuat mereka mampu merasakan emosi yang sedang dirasakan karakter.
3. Meningkatkan keterampilan mendengarkan
Baca Juga: Hamil Anak Pertama, Karina Nadila Tak Rasakan Ngidam dan Gejala Berarti
Selama aktivitas ini, anak-anak didorong untuk mendengarkan pendongeng yang lama-lama akan membuat keterampilan mereka meningkat.
Mereka fokus pada cerita dan tidak terganggu oleh faktor eksternal. Anak-anak juga belajar bersabar dan berkonsentrasi, membiarkan orang lain berbicara sebelum mengajukan pertanyaan.
4. Meningkatkan keterampilan sosial
Mendongeng dapat membantu anak kecil memahami perspektif berbeda dan belajar untuk memahami pemikiran serta pendapat orang lain.
Anak-anak dapat belajar banyak hal tentang dunia melalui cerita. Karenanya, orang tua harus menceritakan kisah dengan pesan bermakna dan pelajaran hidup seperti kejujuran, kebaikan, berbagi, kasih sayang, untuk menanamkan kebajikan pada si kecil.
Berita Terkait
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
Pilihan
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
Terkini
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026