Suara.com - Kebanyakan orang mungkin kebiasaan menggunakan tisu toilet untuk membersihkan atau mengeringkan organ intim setelah buang air.
Beberapa orang mungkin juga mengira tisu toilet yang berbau harum lebih higienis dan lebih baik. Tapi, ahli kesehatan dan kesejahteraan, Stephanie Taylor mengatakan penggunaan tisu toilet yang berbau harum justru tidak baik untuk kesehatan organ intim.
Hal itu karena tisu toilet berbau harum sering mengandung bahan kimia yang kurang baik untuk organ intim.
Jika digunakan terlalu sering, bahan kimia dalam jaringan beraroma dapat mengiritasi kulit di sekitar organ intim yang menyebabkan gatal dan terbakar.
Bahkan, penggunaan tisu toilet roll yang beraroma bisa membuat Anda berisiko mengalami berbagai kondisi, mulai dari pruritus ani hingga wasir.
Adapun masalah kesehatan yang mungkin Anda hadapi akibat penggunaan tisu toilet beraroma, termasuk:
- Pruritus ani
- Fisura anal
- Mikroabrasi
- Wasir
- Rektal
- Benjolan kulit yang mendorong melalui anus
"Penggunaan produk beraroma apapun memang tidak disarankan untuk area anus atau vagina," jelas Taylor dikutip dari Express.
Selain pruritus ani, produk beraroma dapat menyebabkan fisura anus, kerusakan mikro atau wasir, iritasi pada daerah anus, pendarahan dubur, robekan atau retakan yang terlihat saat buang air besar atau benjolan kulit yang mendorong melalui anus.
Pruritus ani adalah kondisi umum yang mempengaruhi setidaknya lima persen dari populasi. Kondisi ini menyebabkan gatal pada anal. Bila Anda mengalami gejala kondisi ini, Anda harus konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.
Baca Juga: Jelang Lebaran, Binda Sulut Telah Suntikan 122.473 Vaksin Booster
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?