Suara.com - Seseorang akan melakukan kebiasaan sehat mati-matian, meskipun sedikit menyiksa demi menurunkan berat badan.
Sayangnya, tidak semua kebiasaan sehat itu baik untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Berikut ini dilansir dari Bright Side, beberapa kebiasaan sehat yang justru tidak baik untuk kesehatan tubuh.
1. Membatasi waktu tidur agar bisa olahraga pagi
Berolahraga di pagi hari dianggap sebagai pilihan yang bagus. Aktivitas ini cocok untuk fluktuasi hormon alami tubuh, membantu fokus dan suasana hati sepanjang hari, dan membantu mengatur nafsu makan.
Namun, pembatasan waktu tidur sebelum olahrag pagi bisa berdampak buruk. Pembatasan tidur dikaitkan dengan peningkatan rasa lapar, risiko kenaikan berat badan dan obesitas yang lebih tinggi.
2. Olahraga setiap hari
Berolahraga terlalu banyak dapat menyebabkan kelelahan adrenal yang meningkatkan risiko kenaikan berat badan, terutama di sekitar perut.
Karena, kortisol yang merupakan hormon stres alami bertanggung jawab untuk mengatur metabolisme Anda.
Baca Juga: 9 Manfaat Kulit Mangga untuk Kesehatan, Bagus untuk Penderita Diabetes
3. Terlalu banyak tidur
Sama halnya dengan kurang tidur, terlalu banyak tidur juga meningkatkan risiko terkena penyakit kronis, seperti penyakit jantung koroner, diabetes, kecemasan, dan obesitas pada orang dewasa.
Jika Anda merasa bahwa 7 hingga 8 jam tidur per malam tidak cukup atau Anda merasa lelah setelah tidur malam yang nyenyak, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan dokter Anda.
4. Tidak cukup makan lemak
Lemak selalu dipandang sebagai hal yang buruk, tetapi lemak adalah bagian dari diet sehat dan seimbang.
Tubuh tetap membutuhkan asupan lemak untuk membantu menyerap vitamin, mendukung pertumbuhan sel, kesehatan otak dan mata, penyembuhan, dan produksi hormon. Lemak juga sumber energi terbaik bagi tubuh.
Jika Anda merasa lesu, sering lapar, persendian terasa sakit, atau pilek lebih banyak dari biasanya, Anda bisa konsumsi lebih banyak lemak sehat.
5. Membuang kuning telur
Telur adalah salah satu makanan paling bergizi, karena memiliki banyak vitamin dan hampir semua nutrisi yang dibutuhkan tubuh.
Saat Anda membuang kuning telur, Anda bisa membuang lebih dari setengah nutrisi. Terlebih lagi, kuning telur adalah tempat kolin, nutrisi langka yang digunakan untuk membangun membran sel dan memainkan peran khusus di otak.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Ruam Popok Bukan Sekadar Kemerahan, Cara Jaga Kenyamanan Bayi Sejak Hari Pertama
-
Tak Hanya Indonesia, Nyamuk Wolbachia Cegah DBD juga Diterapkan di Negara ASEAN
-
Dokter Ungkap Pentingnya Urea Breath Test untuk Cegah Kanker Lambung
-
Self-Care Berkelas: Indonesia Punya Layanan Kesehatan Kelas Dunia yang Nyaman dan Personal
-
Lupakan Diet Ketat: Ini 6 Pilar Nutrisi Masa Depan yang Bikin Sehat Fisik dan Mental di 2026
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Rahasia Puasa Tetap Kenyang Lebih Lama Tanpa Loyo, Ini Pendamping Sahur yang Tepat
-
Lantai Licin di Rumah, Ancaman Diam-Diam bagi Keselamatan Anak
-
Zero-Fluoroscopy, Solusi Minim Risiko Tangani Penyakit Jantung Bawaan Anak hingga Dewasa