News / Nasional
Minggu, 16 Agustus 2026 | 20:32 WIB
BNPB mengirimkan bantuan dari Presiden RI Prabowo. [ISTIMEWA]
Baca 10 detik
  • BNPB meminta warga terdampak gempa magnitudo 7,7 di NTT segera melaporkan kerusakan rumah kepada aparat.
  • Gempa yang terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026 tersebut menyebabkan ratusan rumah mengalami kerusakan di berbagai wilayah.
  • Bencana alam ini mengakibatkan 53 orang meninggal dunia serta 135 korban luka masih menjalani perawatan medis.

Suara.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta warga di wilayah terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) segera melaporkan kondisi dan tingkat kerusakan rumah mereka kepada aparat setempat.

Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari mengatakan laporan tersebut diperlukan untuk mempercepat pendataan dan verifikasi rumah warga yang mengalami kerusakan akibat gempa.

"Kita akan melakukan percepatan-percepatan dalam penghitungan dan verifikasi serta validasi data ini supaya proses-proses yang berkaitan dengan administrasi nantinya by name by address dari warga terdampak yang memiliki hak untuk mendapatkan dukungan perbaikan rumah rusak dari pemerintah, bisa kita segera jalankan," kata Abdul dalam konferensi pers, Minggu (16/8/2026).

BNPB mencatat ratusan rumah mengalami kerusakan akibat gempa yang mengguncang NTT pada Sabtu (15/8) lalu. Hingga Minggu, tercatat 154 rumah mengalami rusak berat, 49 rumah rusak sedang, dan 38 rumah rusak ringan.

Abdul menegaskan data tersebut masih bersifat dinamis dan dapat terus bertambah seiring proses pendataan di lapangan. Ia juga mengingatkan warga di wilayah terdampak untuk memeriksa kondisi rumah masing-masing setelah gempa.

Pemeriksaan terutama perlu dilakukan terhadap bagian-bagian bangunan yang berpotensi mengalami kerusakan struktur, seperti tiang, sudut rumah, hingga bagian atap.

Abdul meminta warga segera melaporkan apabila menemukan kondisi yang membahayakan.

"Warga yang di daerah terdampak memiliki kondisi rumah pascagempa seperti tadi, segera laporkan pada aparat RT terdekat, RW, atau aparat desa, atau ke kantor BPBD setempat," katanya.

Menurut Abdul, laporan dari warga akan membantu pemerintah melakukan pendataan secara lebih cepat dan akurat. Data tersebut nantinya menjadi dasar dalam proses pemberian dukungan perbaikan rumah kepada warga terdampak yang memenuhi kriteria.

Baca Juga: Sempat Gelap Gulita Pasca Gempa, 98,3% Jaringan Listrik di NTT

Sementara itu, hingga Minggu sore, BNPB mencatat korban meninggal dunia akibat gempa NTT mencapai 53 orang.

Rinciannya, satu orang di Kabupaten Manggarai Barat, 20 orang di Manggarai Timur, 25 orang di Manggarai, satu orang di Nagekeo, empat orang di Sikka, dan dua orang di Ende. Sementara itu, total korban luka yang masih menjalani perawatan di fasilitas kesehatan mencapai 135 orang.

Load More