Suara.com - Salah satu buktinya adalah pernyataan Presiden Joko Widodo yang membolehkan masker tidak digunakan di ruang terbuka. Lalu bagaimana dengan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat alias PPKM, apakah masih perlu dilakukan?
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Prof. Wiku Adisasmito menjelaskan bahwa PPKM masih relevan untuk terus diberlakukan meskipun saat ini kondisi sudah terkendali.
"Prinsipnya, PPKM bukan hanya kegiatan untuk membatasi saja, karena terdapat beberapa level daerah dimana pengaturannya pun beragam dari mulai pembatasan ketat sampai pelonggaran aktivitas masyarakat," kata Wiku mengutip situs resmi Satgas Covid-19.
Wiku mengatakan PPKM bukan untuk mengendalikan kasus Covid-19 saja, namun juga untuk mempertahankan kondisi terkendali agar terus konsisten.
"Pemerintah akan memberikan informasi secara aktual jika nantinya akan ada perubahan implementasi kebijakan," pungkas Wiku.
Sebelumnya diberitakan, Presiden Jokowi mengumumkan masker tidak wajib di luar ruangan atau outdoor. Meski begitu, ada beberapa tempat yang masih wajib memakai masker, karena risiko penularan Covid-19 cukup tinggi.
Tempat tersebut yaitu ruangan tertutup seperti mal dalam ruangan, restoran indoor, hingga transportasi umum.
"Namun, untuk kegiatan di ruangan tertutup dan transportasi publik tetap harus menggunakan masker," ujar Jokowi dalam keterangan yang diterima suara.com, Selasa (17/5/2022).
Perlu diketahui bahwa transportasi umum seperti kereta, bis, kapal, hingga pesawat biasanya berisi banyak penumpang, di mana mereka menghabiskan waktu bersama selama berjam-jam di dalam ruangan tertutup, sehingga risiko penularan masih tinggi.
Baca Juga: Moeldoko Ingatkan Masyarakat Jangan Terlalu Euforia usai Boleh Lepas Masker di Area Terbuka
Selain itu, Jokowi juga menyarankan orang dengan risiko kekebalan tubuh yang rendah, termasuk jika memiliki komorbiditas atau penyakit penyerta yang bisa memperburuk penularan Covid-19, disarankan tetap pakai masker.
"Saya tetap menyarankan untuk menggunakan masker saat beraktivitas. Demikian juga bagi masyarakat yang mengalami gejala batuk dan pilek, maka tetap harus menggunakan masker ketika melakukan aktivitas," jelasnya.
Ia juga menambahkan tidak wajib pakai masker di luar ruangan bisa diterapkan, hanya saat tidak banyak orang atau tidak padat pengunjung.
Berita Terkait
-
5 Clay Mask untuk Mencerahkan Wajah Kusam, Ampuh Angkat Kotoran dan Mudah Dibilas
-
5 Rekomendasi Masker Wajah untuk Mencerahkan Kulit Kusam, Wajah Auto Mulus dan Glowing
-
Setelah Masker Wajah Apakah Perlu Cuci Muka Pakai Face Wash? Ketahui Panduannya
-
5 Masker Rambut yang Ampuh Atasi Rambut Rusak untuk Wanita Berhijab
-
Bye Belang! 4 Peel Off Mask Niacinamide Solusi Wajah Cerah Merata dan Halus
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
Terkini
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat
-
Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance
-
Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum
-
Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis Redakan Wasir dengan Cara Alami
-
Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun
-
Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia