- Menko Polkam Djamari Chaniago membantah pagar tinggi mal berkaitan dengan ancaman keamanan Agustus 2026.
- Pemerintah daerah setempat telah menertibkan pagar mal tersebut karena dinilai tidak sesuai ketentuan yang berlaku.
- Polda Metro Jaya menyatakan kondisi keamanan tetap kondusif dan mengimbau masyarakat tidak berspekulasi negatif.
Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago membantah anggapan bahwa pemasangan pagar tinggi di sejumlah pusat perbelanjaan dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan pada Agustus 2026.
Menurutnya, pagar tersebut murni merupakan kebijakan internal pengelola mal dan tidak berkaitan dengan situasi keamanan nasional.
“Tidak ada kaitannya dengan hubungan, seperti yang digulirkan, kabar-kabar yang akan datang. Tidak ada,” ucap Djamari usai rapat koordinasi di kantornya, Jakarta, Rabu (5/8/2026).
Djamari menjelaskan, pagar tambahan dipasang atas pertimbangan masing-masing pengelola untuk kepentingan pengamanan aset mereka, bukan sebagai respons terhadap ancaman demonstrasi maupun gangguan ketertiban yang belakangan ramai diperbincangkan.
“Jadi semuanya itu adalah untuk kepentingan keamanan dari mereka sendiri dan itu pun sudah dianggap tidak memiliki izin seperti yang dilakukan di beberapa tempat,” ungkap dia.
Karena dinilai tidak sesuai ketentuan, pemerintah daerah setempat telah mengambil langkah penertiban terhadap sejumlah pagar yang dipasang tersebut.
“Saya tidak mau menyebutkan mal yang mana ya. Tapi kira-kira pemerintah daerah setempat sudah melakukan penertiban itu,” ucapnya.
Picu Persepsi Negatif
Sebelumnya, pemasangan pagar tinggi di sejumlah mal milik Pakuwon Group di Surabaya, Jakarta, hingga Bekasi memicu beragam spekulasi di tengah masyarakat. Banyak yang mengaitkannya dengan isu potensi aksi massa pada Agustus 2026.
Baca Juga: Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
Sosiolog Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Rakhmat Hidayat menilai pagar tersebut tidak hanya dipersepsikan sebagai fasilitas keamanan, tetapi juga sebagai simbol penutupan ruang publik.
Menurutnya, meski secara hukum mal merupakan aset milik swasta, dalam praktiknya pusat perbelanjaan telah berkembang menjadi ruang sosial tempat masyarakat berkumpul, berinteraksi, hingga menjalankan berbagai aktivitas keseharian.
Karena itu, kemunculan pagar tinggi tanpa penjelasan yang memadai memunculkan tafsir negatif di tengah publik.
Persepsi tersebut juga diperkuat oleh memori kolektif masyarakat terhadap kerusuhan yang pernah terjadi pada Agustus tahun lalu, sehingga setiap simbol pembatas ruang mudah dikaitkan dengan isu keamanan.
Belakangan, pagar tinggi yang sempat dipasang di sejumlah mal mulai dibongkar.
Polda Metro Jaya telah mengimbau masyarakat tidak berspekulasi dan menegaskan kondisi keamanan Jakarta tetap aman dan kondusif.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung juga meminta pengelola mal mengurangi penggunaan pagar tinggi serta memperbanyak ruang hijau agar wajah ibu kota tetap terbuka dan nyaman bagi masyarakat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Link Download Logo Hari Pramuka 2026 ke-65 Format PNG Resmi dan Maknanya
-
Menko Polkam Bantah Pagar Tinggi Mal Terkait Isu Keamanan Agustus 2026
-
BRI Siapkan 3 Sektor Bisnis Ini Jadi Tulang Punggung Ekspor Indonesia 2026
-
Universitas Muhammadiyah Ungkap Alasan Pecat Dosen Mengaku Tegur Mahasiswi Berpakaian Ketat
-
Nyaris 1,5 Juta Penerima Bansos Terindikasi Main Judol, Kemensos Tahan Penyaluran Bantuan
-
Kapolri Listyo Sigit Buka Suara Soal Isu Bakal Diganti
-
22 Juta Investor Kripto Jadi Rebutan, CFX Gandeng 5 Fintech Bangun Ekosistem Aset Digital Syariah
-
Pasokan Rudal Iran Meningkat Pesat, Siap-siap Jika Perundingan Damai dengan AS Gagal Lagi
-
Waspada Motor Bodong! Ini Cara Cek Keaslian BPKB dan STNK Motor Bekas Biar Transaksi Aman
-
Sopir Mikrotrans Tabrak Lansia, Sempat Tutupi Kecelakaan sebelum Dipecat