Suara.com - Layaknya susu sapi, beberapa orang bisa mengalami intoleransi alkohol. Kondisi ini membuat seseorang mengalami gejala yang lebih buruk dari mabuk.
Pendiri Just The Tonic Coaching, Sandra Parker, mengatakan intoleransi alkohol merupakan kelainan metabolisme genetik, yang mana tubuh tidak dapat memecah alkohol secara benar.
Itu dapat mengakibatkan reaksi tidak nyaman, dengan gejala mulai dari kemerahan dan gatal di dada hingga wajah, sampai hidung tersumbat dan mual.
Reaksi intoleransi alkohol akan terjadi segera setelah mengonsumsinya.
“Intoleransi alkohol biasanya merupakan kondisi genetik yang diturunkan, di mana tubuh tidak dapat memecah alkohol secara efisien. Satu-satunya cara untuk mencegah reaksi adalah dengan menghindari minum alkohol," kata Parker, dilansir Live Science.
Intoleransi alkohol berbeda dari alergi alkohol.
Alergi alkohol cenderung lebih serius dan bila tidak segera ditangani, maka dapat mengancam jiwa. Gejalanya berupa ruam, kulit gatal, bengkak, dan kram perut parah.
"Perbedaan utama antara intoleransi dan alergi alkohol adalah pada tingkat keparahan reaksinya," imbuh Parker.
Ia menambahkan, "Jika intoleran, gejalanya tidak nyaman. Sedangkan jika alergi, mengonsumsi alkohol saja bisa mengancam jiwa."
Baca Juga: Dear Parents, Begini Cara Atasi Alergi Susu Sapi dan Intoleransi Laktosa Pada Anak
Alergi alkohol juga jarang terjadi dan harus ditangani dengan cara yang sama seperti alergi lainnya, termasuk menghindari alkohol sepenuhnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Rumahnya Dibombardir AS-Israel, Ayatollah Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Iran Hancurkan Radar FP132 AS di Qatar, Amerika Kini 'Buta' dari Serangan Rudal Balistik?
-
Prabowo Siap Terbang ke Teheran, Damaikan Perang AS-Israel Vs Iran
-
AS dan Israel Bom Sekolah Khusus Putri di Iran, 36 Siswi Tewas
-
Pernyataan Resmi Kemlu RI soal Serangan AS-Israel ke Iran: Indonesia Siap Fasilitasi Dialog
Terkini
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia