Suara.com - Insomnia merupakan salah satu gangguan tidur paling umum yang memengaruhi banyak orang dan menyebabkan kesulitan tidur kronis.
Baik sulit tidur maupun tidur nyenyak, insomnia bisa sangat menganggu dan berdampak buruk pada kesehatan.
Untungnya, ada cara mudah untuk mengatasi insomnia, yakni dengan latihan pernapasan.
Dilansir The Health Site, berikut 3 latihan pernapasan yang bisa dilakukan untuk mengatasi insomnia:
1. Bhramari Pranayama
Sesuai penelitian yang diterbitkan di Nepal Medical College Journal, Bhramari Pranayama membantu mengurangi pernapasan dan detak jantung.
Latihan pernapasan ini dapat membuat Anda merasa tenang dan mempersiapkan tubuh untuk tidur.
Berikut tehniknya:
- Menutup mata dan tarik napas dalam-dalam
- Tutup telinga dengan tangan
- Letakkan salah satu jari telunjuk di atas kedua alis dan jari lainnya di atas mata
- Tekan dengan lembut sisi hidung dan konsentrasi ke area alis
- Tutup mulut dan buang napas secara perlahan melalui hidung sambil menghasilkan suara dengungan.
Ulangi proses tersebut sebanyak lima kali.
Baca Juga: Termasuk Mengurangi Insomnia, Olahraga Sebelum Tidur Ternyata Punya Banyak Manfaat
2. Pernapasan diafragma
Pernapasan diafragma tidak hanya membuat Anda rileks dan tidur tetapi juga memperkuat diafragma.
Caranya dengan:
- Duduk di kursi atau berbaring telentang dengan bantal di bawah lutut
- Satu tangan rata di jantung dan yang lainnya di perut
- Tarik napas dalam-dalam melalui hidung dan rasakan perut serta dada naik-turun pada setiap napas
- Selama lima menit, bernapaslah perlahan melalui mulut
3. Pernapasan 4-7-8
Ini adalah teknik pernapasan lain yang dapat membantu cepat tidur.
Tehnik ini dilakukan dengan cara:
- Buka perlahan bibir Anda sambil menghembuskan napas
- Buat suara desahan
- Tarik napas melalui hidung selama empat detik dan tutup mulut
- Tahan napas selama tujuh detik
- Hembuskan selama 8 detik melalui mulut
Ulangi proses tersebut sebanyak empat hingga 8 kali.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- 5 Rekomendasi Lipstik Anti Luntur Saat Dipakai Makan Gorengan
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien