Seseorang bisa mengalami buta warna parsial karena cedera pada retina mata. Ketika terjadi cedera di kepala yang menimbulkan kerusakan bagian otak yang berfungsi mengenali persepsi warna, seseorang dalam mengami buta warna parsial.
Cedera mata juga bisa disebabkan karena efek dari penyakit tertentu. Kerusakan saraf pada retina mata dan otak dapat terjadii karena penyakit glukoma, degenerasi makula, penyakit parkinson, stroke hingga diabetes.
3. Efek Samping Obat-obatan tertentu
Efek samping dari obat-obatan tertentu turut memberi pengaruh seseorang mengalami buta warna parsial. Obat-obatan yang dimaksud, seperti antipsikotik klorpromazin dan tioridazin, serta obat antituberkulosis etambutol.
Namun, efek dari obat-obatan ini tak berlangsung dalam jangka panjang. Ketika seseorang berhenti mengkonsumsi obat-obatan tersebut, biasanya fungsi mata, utamanya membedakan setiap warna bisa membaik lagi.
4. Faktor Usia
Usia turut berperan membuat seseorang mengalami buuta warna parsial. Ketika usia seseorang terus bertambah, fungsi pada badan, termasuuk mata juga akan menurun. Namun, faktor usia ini biasanya turut dibarengi dengan adanya penyakit, seperti degenerasi makula dan katarak.
Kontributor : Lukman Hakim
Berita Terkait
-
Anak Ketahuan Tenggak Miras hingga Sempoyongan Mabuk Saat Dangdutan, Respon Sang Ibu Buat Salut Publik
-
Anak Kecil Langka, Dikasih Ibu Uang Bukannya Senang Malah Lari Ketakutan
-
Disuruh Masuk Kerja saat Libur dan Sakit Parah, Karyawan Izin Malah Disuruh 'Meninggal' oleh Atasan
-
Viral! Singa di China Ini Jadi Bulan-bulanan Gegara Gaya Poni yang Unik
-
Demi Konten, Pemuda Ini Lakukan Pelecehan di Atas Makam, Warganet: Ntar Kena Azab Nangis
Terpopuler
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi Mobil Kecil untuk Wanita, Harga Mulai Rp80 Jutaan
- Detik-detik Menteri Trenggono Pingsan di Podium Upacara Duka, Langsung Dilarikan ke Ambulans
Pilihan
-
Pertamina Mau Batasi Pembelian LPG 3 Kg, Satu Keluarga 10 Tabung/Bulan
-
Keponakan Prabowo Jadi Deputi BI, INDEF: Pasar Keuangan Pasang Mode Waspada Tinggi
-
Purbaya Hadapi Tantangan Kegagalan Mencari Utang Baru
-
5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Danantara Mau Caplok Tambang Emas Martabe Milik Astra?
Terkini
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Punya Layanan Bedah Robotik Bertaraf Internasional
-
Hari Gizi Nasional: Mengingat Kembali Fondasi Kecil untuk Masa Depan Anak
-
Cara Kerja Gas Tawa (Nitrous Oxide) yang Ada Pada Whip Pink
-
Ibu Tenang, ASI Lancar: Kunci Menyusui Nyaman Sejak Hari Pertama
-
Kisah Desa Cibatok 1 Turunkan Stunting hingga 2,46%, Ibu Kurang Energi Bisa Lahirkan Bayi Normal
-
Waspada Penurunan Kognitif! Kenali Neumentix, 'Nootropik Alami' yang Dukung Memori Anda
-
Lompatan Layanan Kanker, Radioterapi Presisi Terbaru Hadir di Asia Tenggara
-
Fokus Turunkan Stunting, PERSAGI Dorong Edukasi Anak Sekolah tentang Pola Makan Bergizi
-
Bukan Mistis, Ini Rahasia di Balik Kejang Epilepsi: Gangguan Listrik Otak yang Sering Terabaikan
-
Ramadan dan Tubuh yang Beradaptasi: Mengapa Keluhan Kesehatan Selalu Datang di Awal Puasa?