Suara.com - Ilmuwan mengatakan bahwa bayi yang lahir di masa isolasi dan kecemasan akibat pandemi Covid-19 mengalami dampak pada perkembangannya, seperti keterlambatan keterampilan motorik dan bahasa.
"Otak bayi sangat kompleks, sehingga sangat penting dalam beberapa bulan pertama kehidupan mereka membutuhkan stimulasi," kata spesialis penyakit menular pediatrik di Rumah Sakit CHU Sainte-Justine, Montreal, Fatima Kakkar.
Kakkar pun menunjuk pada sebuah penelitian di AS yang terbit dalam jurnal medis JAMA Pediatrics pada Januari 2022.
Dalam studi yang dilakukan Universitas Columbia tersebut, peneliti menemukan bahwa bayi yang lahir di masa pandemi memiliki skor motorik kasar, motorik halus, dan subdomain pribadi-sosial yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan bayi yang lahir sebelum pandemi.
Temuan awal itu mendukung perlunya pemantauan jangka panjang terhadap anak-anak yang lahir selama pandemi Covid-19, lapor Global News.
Sementara itu, sebuah penelitian pracetak di Kanada yang rilis pada Oktober 2021 melihat dampak struktural pada otak bayi yang lahir dari ibu dengan tingkat tekanan pranatal tinggi dengan gejala kecemasan dan depresi.
"Temuan kami menunjukkan potensi dampak jangka panjang dari pandemi Covid-19 pada anak-anak dan menunjukkan bahwa dukungan sosial bertindak sebagai faktor pelindung," kata penulis.
Itu tidak hanya berlaku bagi ibu hamil, tetapi juga bagi bayi yang sedang berkembang.
Kakkar menekankan bahwa orang tua harus membawa anak-anak mereka yang lahir selama Covid-19 untuk penilaian perkembangan, sehingga dokter dapat melakukan intervensi jika ada “tanda bahaya”.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak
-
Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!