Suara.com - Perdana Menteri Finlandia, Sanna Marin, diketahuhi positif Covid-19. Kabar tersebut disampaikan oleh Marin lewat cuitan di akun Twitter miliknya.
Marin mengaku mengalami demam dan melakukan tes Covid-19 mandiri di rumah. Hasilnya positif namun ia tidak mengalami gejala parah.
"Suhu tubuh saya naik kemarin malam dan saya melakukan tes Covid-19 mandiri di rumah dengan hasil positif. Gejalanya ringan dan saya merasa baik-baik saja," tutur Marin lewat akun @MarinSanna.
Marin diketahui melakukan perjalanan dinas ke Washingtong DC, Amerika Sekat pekan lalu. Ia menyebut rutin melakukan pemeriksaan Covid-19 karena sering melakukan perjalanan dinas.
"Hasil tes pekan lalu negatif. Saya rutin melakukan tes Covid-19 di rumah karena sering bepergian," terangnya.
Nama Sanna Marin sempat ramai diperbincangan di internet pada tahun 2020 karena tampil dengan blazer seksi di sebuah majalah. Sejumlah kalangan menganggap foto tersebut tidak pantas dilakukan oleh pejabat negara, namun lainnya menganggap busana seseorang tidak perlu dipengaruhi oleh jabatannya.
Di tahun 2021, Marin juga sempat menuai kontroversi karena ketahuan clubbing usai dinyatan sebagai suspek Covid-19.
Foto-foto Marin di tempat hiburan malam langsung memancing kontroversi. Banyak warga dan anggota parlemen oposisi mengatakan dia gagal memberikan contoh yang baik.
Dalam sebuah postingan Facebook pada Senin (6/12/2021), Marin mengatakan dia diberitahu bahwa sejak divaksin, tidak ada tindakan khusus yang diperlukan setelah kontak erat dengan Covid-19.
Baca Juga: Beberapa Member Positif Covid-19, THE BOYZ Tunda Sisa Tur AS
Namun, Marin juga menjelaskan bahwa dia menerima instruksi lebih lanjut di ponselnya yang lain dan menyatakan bahwa dia harus menghindari kontak sosial. Ia juga menjelaskan jika dia menjalani tes Covid-19 pada hari Minggu dan dinyatakan negatif.
"Saya melakukan kesalahan. Saya seharusnya mempertimbangkan situasinya dengan lebih hati-hati," jelas Marin disadur dari The Hill Kamis (9/12/2021).
Berita Terkait
-
Eks PM Thailand Thaksin Shinawatra Bebas dari Penjara Lebih Awal
-
Benyamin Netanyahu Menderita Kanker Prostat
-
PM Terpilih Hungaria Ancam Tangkap Benjamin Netanyahu Jika Masuk Wilayahnya
-
Indonesia Lebih Dulu, Kenapa Donald Trump Pilih Pakistan Jadi Mediator Damai?
-
Tegas, PM Malaysia Anggap Penyebar Hoaks Kenaikan Harga BBM sebagai Pengkhianat Negara
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
Terkini
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19