Suara.com - Banyak orang kebiasaan menggunakan ponsel sebelum tidur untuk melihat sosial media atau lainnya. Anda mungkin mengira kebiasaan ini tidak akan berdampak buruk pada kesehatan.
Padahal, kebiasaan bermain ponsel tepat sebelum tidur tidak hanya mengakibatkan Anda susah tidur nyenyak, tetapi juga masalah kesehatan lainnya.
Berikut ini dilansir dari Bright Side, beberapa dampak buruk pakai ponsel tepat sebelum tidur.
1. Menyebabkan sakit mata
Penggunaan ponsel sebelum tidur uga bisa menyebabkan mata lelah, sehingga mengakibatkan penglihatan mendadak kabur. Anda bisa mencoba menurunkan kecerahan laar dan hindari penggunaan ponsel terlalu lama untuk melindungi kesehatan mata.
2. Mengganggu tidur
Kebiasaan menggunakan ponsel tepat sebelum tidur justru akan mengganggu tidur Anda. Paparan cahaya biru dari ponsel tidak hanya memengaruhi penglihatan Anda, tetapi juga mengganggu siklus tidur-bangun Anda yang bisa mengakibatkan banyak komplikasi kesehatan.
3. Menyebabkan nyeri leher
Penggunaan ponsel tepat sebelum tidur juga bisa menyebabkan nyeri di leher yang mengganggu. Saat Anda sedikit mengarahkan kepala ke depan untuk menatap layar ponsel, otot-otot di leher akan tegang dan menyebabkan rasa sakit.
Baca Juga: Berisiko Tinggi Terpapar, Inggris Tawarkan Vaksin Cacar Monyet pada Kelompok Gay dan Biseksual
4. Menyebabkan penuaan yang lebih cepat
Penggunaan ponsel tepat sebelum tidur bisa menyebabkan penuaan lebih cepat. Karena, paparan ponsel sebelum tidur bisa menyebabkan terbentuknya garis dan lipatan di leher sebagai tanda penuaan yang lebih cepat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 5 Rekomendasi HP RAM 8GB Rp1 Juta Terbaik yang Bisa Jadi Andalan di 2026
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
Pilihan
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
-
Izin Tambang Emas Martabe Dicabut, Agincourt Resources Belum Terima Surat Resmi dari Pemerintah
Terkini
-
Bukan Mistis, Ini Rahasia di Balik Kejang Epilepsi: Gangguan Listrik Otak yang Sering Terabaikan
-
Ramadan dan Tubuh yang Beradaptasi: Mengapa Keluhan Kesehatan Selalu Datang di Awal Puasa?
-
Rahasia Energi "Anti-Loyo" Anak Aktif: Lebih dari Sekadar Susu, Ini Soal Nutrisi yang Tepat!
-
Sinergi Medis Indonesia - India: Langkah Besar Kurangi Ketergantungan Berobat ke Luar Negeri
-
Maia Estianty Gaungkan Ageing Gracefully, Ajak Dewasa Aktif Waspada Bahaya Cacar Api
-
Kolesterol Tinggi, Risiko Diam-Diam yang Bisa Berujung Stroke dan Serangan Jantung
-
Telapak Kaki Datar pada Anak, Normal atau Perlu Diperiksa?
-
4 Rekomendasi Minuman Diabetes untuk Konsumsi Harian, Mana yang Lebih Aman?
-
Apa Itu Food Genomics, Diet Berbasis DNA yang Lagi Tren
-
Bosan Liburan Gitu-Gitu Aja? Yuk, Ajak Si Kecil Jadi Peracik Teh Cilik!