Suara.com - Pelawak senior Doyok mengungkap bahwa empat bulan lalu ia sempat mengalami stroke ringan dan dirawat di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional selama satu minggu.
Doyok menyadari bahwa dirinya terkena stroke ringan ketika salah satu tangannya melengkung kaku dan tidak bisa digerakkan.
"Ketahuannya di rumah, bangun tidur tangan udah ngampleh," kata Doyok saat berbincang dengan Deddy Corbuzier di Podcast Close The Door, Rabu (29/6/2022).
Pria 67 tahun ini mengatakan, stroke ringan yang dialaminya dipicu oleh tekanan darah tinggi atau hipertensi yang diidapnya. Namun, Doyok tidak sadar bahwa dirinya mengidap penyakit tersebut karena tidak pernah kontrol.
Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan faktor risiko paling utama untuk stroke. Hipertensi terjadi ketika tekanan darah secara teratur berada di atas 140/90, menurut Stroke Foundation.
Sementara, stroke terjadi ketika pembuluh darah ke otak menyempit atau tersumbat oleh gumpalan (stroke iskemik) atau pecah (stroke hemoragik).
Tekanan darah tinggi memberi tekanan pada pembuluh darah di seluruh tubuh, termasuk arteri yang menuju ke otak. Jika ini terjadi, jantung harus bekerja lebih keras untuk menjaga sirkulasi darah tetap berjalan.
Hipertensi dapat menyebabkan stroke dalam beberapa cara, antara lain:
- merusak dinding pembuluh darah dan membuatnya lebih lemah
- mempercepat bentuk umum penyakit jantung
- menyebabkan pembekuan darah atau plak di dinding arteri pecah dan memblokir arteri otak.
Karenanya, penting untuk mengelola tekanan darah tinggi untuk mengurangi risiko stroke.
Baca Juga: Kenali Faktor Risiko Stroke Ringan, Kondisi yang Diam-Diam Dialami Pelawak Doyok
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI