Suara.com - Menangis bukan menjadi tanda bahwa ia adalah sosok yang cengeng. Menangis dapat memberikan gambaran emosi dan rasa sedih dari seseorang. Di samping itu, sebuah penelitian menunjukkan bagaimana menangis memiliki banyak manfaat bagi tubuh.
Seorang ahli saraf Dr. William H. Frey II, yang juga menulis buku Crying: The Mystery of Tears mengatakan, menangis tak hanya respon dari kesedihan, tetapi juga untuk bermanfaat untuk kesehatan.
Menurut Frey, 85 persen wanita dan 73 persen pria merasa tidak terlalu sedih dan marah setelah menitikkan air mata. Ia sendiri juga telah menghabiskan lebih dari 20 tahun mempelajari tangisan dan air mata.
Melansir laman Aging care, berikut beberapa manfaat menangis bagi kesehatan yang telah dirangkum.
1. Menangis Membantu Meredakan Stres
Stres pada seseorang nyatanya dapat berisiko meningkatkan penyakit seperti serangan jantung, kerusakan otak, masalah lambung, dan lain-lain.
Namun, Frey mengatakan menangis dapat melepaskan rasa stres pada seseorang. Meskipun tidak seefektif tidur atau istirahat, menangis sendiri dapat membantu membuat otak menjadi lebih tenang.
2. Menangis Menurunkan Tekanan Darah
Menangis akan mengurangi ledakan emosi yang ada pada diri seseorang. Seperti yang diketahui, emosi yang berlebih dapat berakibat buruk dan membuat tekanan darah menjadi tinggi. Oleh karena itu, dengan menangis akan menurunkan emosi dan tekanan darah.
Tidak hanya itu, dikatakan menangis juga terbukti dapat menurunkan tekanan darah dan denyut nadi segera setelah sesi terapi beberapa pasien.
3. Air Mata Menghilangkan Racun
Menangis berguna untuk menghilangkan racun dari dalam tubuh. Frey mengatakan, air mata akan menghilangkan hormon stres seperti kortisol yang menumpuk selama masa emosi seseorang sedang meningkat.
Baca Juga: Bocah Nangis karena Ikan Lelenya Jadi Lauk Makan, Merengek Minta Lihat Kuburannya
4. Mengurangi Mangan
Mangan merupakan mineral yang memengaruhi suasana hati. Jika kadar mangan yang meningkat dapat dikaitkan dengan kecemasan, lekas marah, dan agresi. Namun, saat seseorang menangis, hal tersebut dapat mengurangi mangan dari dalam tubuh.
5. Memperbaiki Emosi
Menangis akan membuat seseorang mengakui perasaan yang dialaminya. Selain itu, menangis juga akan membuat seseorang untuk berempati, berkoordinasi, dan bekerja sama dalam kehidupannya dengan orang lain.
Oleh karena itu, menangis sendiri sangat baik untuk memperbaiki sisi emosional seseorang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
Terkini
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional
-
Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus
-
Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?