Suara.com - Orang kerap berpikir bahwa lansia harus diberi makanan lunak, lantaran kekuatan giginya tak lagi seperti dulu. Padahal, itu salah kaprah, lho. Lansia justru sangat disarankan untuk mengunyah makanan yang keras untuk melatih kekuatan giginya.
Ketua PDGI (Persatuan Dokter Gigi Indonesia), Usman Sumantri, mengatakan, "Lansia itu dianjurkan untuk makan makanan yang tidak terlalu lunak, karena di dalam gigi itu ada bantalannya dan jika dia makan makanan keras maka bantalan dalam gigi tersebut tetap sehat."
Dalam acara diskusi Pepsodent beberapa waktu lalu di Senayan, Jakarta, Usman juga menambahkan bahwa lansia yang terus diberi makanan lunak, maka bantalan giginya tidak bisa lagi bekerja maksimal, sehingga kesehatan gigi dan gusi tidak terlatih untuk bekal di masa tua.
"Makanya jangan dibilang makanan keras kurang bagus, sebaliknya malah (bagus)," jelasnya.
Meski begitu, ia membenarkan bahwa ada beberapa makanan yang sebaiknya dihindari untuk lansia dan masyarakat pada umumnya, seperti permen, coklat, es krim dan sebagainya. Jika ingin mengonsumsinya, harus pastikan segera dibersihkan.
"Bukannya tidak boleh tetapi dianjurkan untuk sikat gigi setelahnya ataupun 2 kali sehari, baik pagi setelah sarapan dan juga malam sebelum tidur, karena jika lebih dari 8 jam dia akan mengendap," jelasnya.
Adapun beberapa masalah kesehatan mulut dan gigi yang umumnya terjadi pada lansia di antaranya adalah gigi berlubang, masalah gusi, gigi lepas, hingga kanker mulut.
Ditambah menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), sebanyak 23 persen lansia berusia 65 hingga 74 tahun memiliki gangguan mulut dan gigi yang parah. Hal ini terjadi sebagai akibat dari lansia yang tidak merawat kesehatan gigi dan mulut dengan baik.
Baca Juga: Banjir di Banjarbaru, Tim SAR Fokus Evakuasi Kelompok Rentan Termasuk Balita dan Lansia
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
Terkini
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem