Suara.com - Update Covid-19 global mengabarkan Inggris yang mulai memberikan vaksinasi dosis keempat untuk lansia (lanjut usia) berusia 50 tahun ke atas.
Mengutip Mirror, Inggris sedang melakukan perluasan dan kelayakan vaksinasi berdasarkan rekomendasi Joint Committee on Vaccination and Immunisation (JCVI), salah satunya masyarakat berusia di atas 50 tahun berkesempatan mendapatkan vaksin booster kedua atau vaksin Covid-19 dosis keempat.
Anggota JCVI, Prof. Adam Finn, enggan memberi informasi lebih lanjut, tapi menurutnya suntikan booster terbaru cukup terlambat untuk melindungi dari lonjakan Covid-19 saat ini.
"Karena sedikit orang dewasa muda dan anak-anak yang sakit parah, sangat sedikit keuntungan yang didapat saat mengimunisasi mereka," ujar Prof. Finn.
Inilah sebabnya JCVI lebih merekomendasikan vaksin booster tambahan untuk orang yang berpotensi sakit parah, yakni lansia dan orang yang memiliki komorbiditas atau penyakit penyerta.
JCVI pada Mei 2023 mendatang, hanya akan menawarkan vaksin dosis keempat untuk usia di atas 65 tahun, dan jika kebijakan diperluas maka usia diatas 50 tahun juga berkesempatan dapat vaksin ini.
Data Worldometers, Kamis (7/7/2022), mencatat infeksi baru masih bertambah 720 ribu kasus dalam sehari, dengan 1.189 orang yang baru saja meninggal dunia.
Kini total yang sudah terinfeksi ada 557 juta orang dan 6,3 juta di antaranya meninggal dunia. Jumlah orang yang bisa menularkan virus atau kasus aktif tercatat masih ada 19,5 juta orang.
Baca Juga: Epidemiolog Dukung Penuh Kebijakan Masuk Mal Wajib Booster Covid-19
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?