Suara.com - Meski sama-sama sikat gigi yang fungsinya membersihkan gigi, ada perbedaan cara kerja antara sikat gigi manual dan elektrik. Seperti namanya, sikat gigi elektrik bekerja menggunakan daya listrik, sehingga bulunya bergerak secara otomatis. Hal inilah yang memunculkan anggapan bahwa sikat gigi elektrik lebih praktis.
Sebenarnya, kelebihan sikat gigi elektrik bukan hanya lebih praktis saja, lho. Melansir dari Discovery Health, sikat gigi elektrik juga dapat membersihkan gigi dan menghilangkan plak dengan lebih baik dan cepat.
Salah satu sikat gigi elektrik yang bisa dijadikan pilihan adalah Philips Sonicare 3100. Menggunakan teknologi sonic, sikat gigi elektrik ini mengklaim bisa menghilangkan plak hingga 3 kali lebih banyak dibandingkan sikat gigi manual.
Suara.com berkesempatan untuk mencoba produk Philips Sonicare 3100 selama dua minggu. Dan dari pengalaman ini, dapat dijabarkan beberapa kelebihan yang ditawarkan oleh produk ini.
1. Getaran bulu sikat yang kuat namun lembut
Sebenarnya, ada beberapa tipe sikat gigi elektrik berdasarkan tipe gerakan kepala sikatnya. Philips Sonicare 3100 merupakan tipe sonic atau getaran, yang pergerakannya mencapai 31000 getaran per menit. Pertama kali menggunakannya, ada sedikit perasaan kaget karena kencangnya getaran yang dihasilkan, namun lama-kelamaan akan terbiasa, kok.
Meski getarannya terasa kencang dan kuat, sama sekali tidak terasa sakit ketika sikat mengenai gusi. Hal ini karena sikat gigi ini memiliki bulu sikat yang sangat lembut.
2. Sensor tekanan untuk melindungi gigi dan gusi
Fitur yang satu ini akan secara otomatis mendeteksi tekanan yang diberikan saat menyikat gigi, di mana sikat ini akan berbunyi dan memberi peringatan saat kita menekan terlalu keras. Karena sama halnya seperti sikat gigi manual, menyikat gigi terlalu keras dapat membuat gusi berdarah dan meradang. Gesekan yang terlalu kencang juga dapat mengikis lapisan pelindung atau enamel gigi.
Baca Juga: Baca Doa Ini Sebelum Menyikat Gigi
Nah, dengan adanya sensor tekanan ini, secara otomatis getaran akan dikurangi saat kita terlalu keras menekan, untuk membantu melindungi gigi dan gusi.
3. Panduan durasi menyikat gigi
Jika biasanya kita suka bingung berapa lama harus menyikat gigi untuk mendapatkan hasil yang optimal, kini tak perlu bingung lagi dengan sikat gigi elektrik ini.
Ada fitur bernama SmarTimer, di mana setelah 2 menit, getaran akan berhenti dengan sendirinya. Waktu dua menit ini dianggap sebagai durasi yang ideal untuk membersihkan gigi secara keseluruhan.
4. Sensor untuk mengganti kepala sikat
Baik sikat gigi manual maupun elektrik, kepala sikatnya tentu akan aus seiring masa pemakaian. Tapi untuk sikat gigi elektrik ini, Anda tak perlu mengira-ngira kapan harus mengganti kepala sikat, karena ada teknologi BrushSync yang dapat memantau berapa lama kita menggunakan kepala sikat dan seberapa keras kita menyikatnya.
Nah, pengingat penggantian BrushSync terdapat di bagian gagang dan akan berbunyi bip singkat untuk memberi tahu apabila sudah waktunya kepala sikat untuk diganti.
5. Daya tahan baterai panjang
Sikat gigi elektrik ini menggunakan baterai internal yang harus di-charge ketika dayanya melemah. Namun, kita tak perlu sering-sering mengisi daya, lho. Karena dalam satu kali pengisian daya, bisa bertahan hingga dua minggu alias 14 hari. Jadi, kalau mau membawa sikat gigi ini bepergian untuk traveling, misalnya, tak perlu membawa charger-nya sekalian. Cukup isi dayanya sampai penuh, dan kita bisa menggunakan sikat gigi ini sampai 14 hari ke depan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
- 4 Zodiak Paling Beruntung pada 27 Juni 2026, Siap-siap Jadi Magnet Uang
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
Pilihan
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
Terkini
-
Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini
-
Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga
-
Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung
-
World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak
-
Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis