Suara.com - Pankreatitis adalah peradangan pada organ pankreas yang dapat terjadi secara tiba-tiba. Dikutip dari Mayoclinic.org, pankreas merupakan kelenjar panjang dan datar yang terletak di belakang perut bagian atas. Pankreas dapat menghasilkan enzim yang dapat membantu pencernaan dan hormon untuk mengatur tubuh dalam memproses glukosa.
Apabila enzim yang dihasilkan oleh pankreas ini menyebabkan peradangan, kondisi ini akan menyebabkan pankreatitis. Dilansir dari WebMD, ada dua tipe pankreatitis yakni pankreatitis akut dan pankreatitis kronis. Lantas apa perbedaannya di antara keduanya?
Pankreatitis Akut
Pankreatitis akut adalah peradangan yang berlangsung secara mendadak dalam waktu singkat. Peradangan ini akan ditandai dengan rasa nyeri pada perut bagian tengah maupun kanan atau kiri. Dilansir dari Webmd.com, pankreatitis akut dapat menyebabkan pendarahan, kerusakan jaringan serius, infeksi hingga kista. Pankreatitis akut juga dapat membahayakan organ vital seperti jantung, paru-paru dan ginjal.
Gejala Pankreatitis Akut
Gejala pankreatitis akut dapat dirasakan saat tidur dengan posisi berbaring atau saat makan dan minum. Penderita pankreatitis akut akan mengalami gejala seperti merasakan dehidrasi dan tekanan darah rendah.
Ada beberapa gejala lain yang bisa saja terjadi oleh para penderita pankreatitis akut antara lain:
- Demam
- Mual dan muntah
- Nyeri pada bagian perut atas
- Perut membengkak dan sakit bila disentuh
- Diare
Pankreatitis Kronis
Pankreatitis kronis adalah peradangan yang dirasakan dalam waktu lama. Pankreatitis kronis ini terjadi setelah melalui pankreatitis akut. Kondisi ini membuat penderitanya sulit untuk mencerna makanan dan mengendalikan kadar gula darah yang bisa dirasakan berlangsung selama bertahun-tahun.
Baca Juga: Tunjukkan Perhatian, Kris Jenner Kirim Bunga untuk Travis Barker yang Dirawat di Rumah Sakit
Penyebab terbesar dari pankreatitis kronis ini dikarenakan konsumsi minuman beralkohol selama bertahun-tahun.
Gejala Pankreatitis Kronis
Gejala utama bagi para penderita pankreatitis kronis adalah perut terasa seperti terbakar dan tertusuk pada bagian tengah atau kiri perut hingga ke punggung. Gejala ini biasanya muncul selama beberapa jam hingga beberapa hari.
Dilansir dari bumrungrad.com, gejala lain dari pankreatitis kronis ini terjadi apabila penderita mengalami penurunan berat badan yang drastis, sakit perut terus menerus, feses yang dikeluarkan berwarna pucat dan berminyak.
Itulah ulasan singkat seputar pankreatitis serta gejala-gejala yang ditimbulkannya. Apabila Anda mengalami sakit perut berkepanjangan yang tidak kunjung membaik dan mengalami beberapa gejala seperti yang telah disebutkan di atas, maka hubungi dokter untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.
Kontributor : Muhammad Zuhdi Hidayat
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
Terkini
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem