Suara.com - Ahli urologi, Rena Malik membagikan konten di Youtube yang bertujuan membantu orang memiliki kehidupan seks sehat dan memuaskan.
Dalam salah satu video, ia menjawab pertanyaan yang paling sering dipertanyakan seperti lamanya waktu yang dibutuhkan wanita untuk mencapai orgasme.
Sebuah penelitian yang melibatkan lebih dari 2 ribu wanita ditanya mengenai lamanya mereka membutuhkan waktu untuk mencapai orgasme ketika berhubungan seks maupun masturbasi.
Tetapi, penelitian ini juga memperhitungkan riwayat medis, riwayat seksual, status hubungan dan kesulitan mereka mencapai orgasme.
Hasilnya, rata-rata waktu yang dibutuhkan wanita mencapai orgasme saat berhubungan seks dengan pasangan sekitar 14 menit. Sedangkan, mereka mungkin membutuhkan waktu 8 menit untuk mencapai orgasme ketika masturbasi.
"Wanita juga membutuhkan stimulasi klitoris yang sering untuk mencapai orgasme dan harus fokus stimulasi klitoris yang sangat sering ketika masturbasi," jelas Rena dikutip dari Mens Health.
Studi ini juga menemukan bahwa bagi banyak wanita itu seks bukan hanya tentang klimaks, tetapi juga tentang membina keintiman dan kepercayaan dengan pasangannya.
Berbeda dengan masturbasi, yang mana ini dilakukan untuk mendapatkan kesenangan atau kepuasan seksual.
Tapi, mayoritas wanita menyatakan bahwa hubungan seks dengan pasangan lebih memuaskan daripada masturbasi. Meskipun, mereka membutuhkan lebih banyak waktu untuk mencapai orgasme.
Baca Juga: Apakah Berbagai Virus bisa Bangkit Gegara Greenland Mencair?
"Menariknya, wanita yang lebih tua cenderung memiliki waktu latensi orgasme yang lebih pendek atau waktu yang lebih singkat untuk mencapai klimaks," tambah Malik.
Hal ini masuk akal. Karena, wanita yang lebih tua atau pernah menjalin hubungan yang membuatnya bahagia bisa mengomunikasikan dengan lebih baik apa yang mereka sukai dan lebih memahami tubuhnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?