Suara.com - Ramai di media sosial mengenai anak balita yang diduga dipasangi behel gigi. Video viral TikTok tersebut sudah ditonton sebanyak jutaan kali dan menuai komentar yang beragam.
Banyak diantaranya mengecam tindakan orangtua yang membiarkan buah hatinya dibehel sejak kecil.
Sementara itu, belum diketahui lebih lanjut apakah behel atau kawat gigi yang digunakan si anak merupakan behel asli untuk meratakan gigi.
"Anak kecil masih gigi susu plis, tolong masih bisa berubah. Ini emaknya kebelet gayain anaknya," komentar seorang warganet.
"Aku saja pasang behel 3 hari cekot-cekot, emaknya enggak waras," ujar yang lain.
"Orangtuanya kebelet fyp, anak jadi korban," sahut lainnya.
"Itulah pentingnya ilmu parenting, edukasi yang cukup sebelum memutuskan punya anak. Kasihan anaknya kalau begini," sambung yang lain.
"Kan masih gigi susu, haduh macam-macam banget orangtuanya," tanggapan warganet lainnya.
Kapan Waktu Menggunakan Behel yang Tepat?
Memiliki gigi rapi dan simetris merupakan dambaan semua orang. Sayangnya tidak semua orang dikaruniai gigi sempurna. Beberapa di antaranya harus menjalani proses panjang seperti menggunakan behel.
Baca Juga: Viral Emak-emak Bergamis Ikut Citayam Fashion Week
Behel atau kawat gigi sendiri bukan pilihan yang tepat untuk merapikan gigi anak usia balita. Dikutip dari Hello Sehat, usia yang baik untuk memakai behel adalah saat anak menginjak usia belasan.
Diketahui, gigi permanen akan tumbuh sempurna saat anak menginjak usia 8 hingga 14 tahun. Saat inilah pemasangan behel dapat dilakukan.
Namun menurut Dr. Thomas J. Salinas yang dikutip dari Mayo Clinic, orangtua sudah bisa berkonsultasi pada dokter gigi untuk mendapat evaluasi mengenai penggunaan behel saat anak berusia tujuh tahun.
Namun berkonsultasi dengan dokter mengenai gigi sejak dini bukan berarti anak akan bisa langsung dipasangkan behel.
Hal ini dilakukan untuk mengetahui masalah yang menyebabkan gigi berantakan sehingga dokter dapat menentukan jenis perawatan apa yang paling sesuai dan efektif.
Dr. Thomas menambahkan, jika waktu terbaik untuk memasang behel dapat bergantung pada tingkat keparahan dan penyebab gigi berantakan.
Beberapa alasan untuk memasang behel atau kawat gigi di antaranya seperti gigi yang tumbuh ke samping, saling tindih, atau bad bite (ukuran rahang atas dan bawah tidak sama).
Dalam beberapa kasus, anak usia enam tahun juga sudah bisa dipasang behel.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
Terkini
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional
-
Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus
-
Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?