Suara.com - Olahraga jalan Nordik merupakan salah satu bentuk olahraga yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Ini adalah olahraga berjalan kaki yang menggunakan tongkat ski.
Berjalan menggunakan tongkat pertama kali dikembangkan di Skandinavia, lalu seiring waktu diadaptasi di Eropa tengah dan seluruh dunia. Namun, olahraga ini tidak cukup populer meski memiliki banyak keuntungan untuk kesehatan.
Dilansir Science Alert, berikut manfaat jalan Nordik:
1. Membakar lebih banyak kalori
Sejak 1995, para peneliti menemukan bahwa berjalan Nordik membakar lebih banyak kalori daripada berjalan biasa, yakni hingga 18 persen lebih banyak.
Sejumlah penelitian telah membuktikannya. Inilah sebabnyak jalan Nordik sangat disarankan bagi yang sedang menurunkan berat badan.
2. Meningkatkan kekuatan tubuh bagian atas
Jalan Nordik banyak melibatkan lengan dan bahu. Hal ini dapat meningkatkan kekuatan tubuh bagian atas Anda.
Penelitian telah menunjukkan bahwa berjalan Nordik tidak hanya dapat meningkatkan kekuatan genggaman tangan tetapi juga meningkatkan aktivitas otot di bahu.
Baca Juga: Merinding, Wanita Ini Temukan Ular di Dek Sepeda Motor Setelah Jalan Jauh
3. Mengurangi risiko jatuh
Seiring bertambahnya usia, kita cenderung tersandung dan jatuh saat berjalan. Ini disebabkan oleh penurunan kekuatan otot, masalah keseimbangan, dan masalah cara berjalan.
Jalan Nordik akan menggunakan tongkat pada saat yang sama saat Anda menggunakan kaki. Jadi, olahraga ini meningkatkan keseimbangan serta membuat risiko jatuh lebih kecil.
4. Meningkatkan kesehatan jantung
Penelitian menunjukkan bahwa berjalan Nordik dapat meningkatkan kebugaran kardiovaskular hanya dalam empat minggu.
Studi lain pada wanita gemuk juga menunjukkan jalan Nordik mampu meningkatkan tekanan darah.
5. Bisa berjalan lebih cepat
Faktanya, sebuah ulasan menunjukkan bahwa jalan Nordik meningkatkan kecepatan berjalan rata-rata hingga 25 persen dibandingkan dengan berjalan biasa.
Hal ini juga membuat kalori yang dibakar lebih banyak.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang