- Ratusan massa Aliansi Majelis Perwakilan Rakyat berunjuk rasa menuntut Mosi Tidak Percaya kepada pemerintah di Jakarta, Jumat (17/7/2026).
- Aparat kepolisian menghadang massa dengan barikade besi di Jalan Merdeka Selatan untuk mencegah mereka mencapai kawasan Patung Kuda.
- Massa menyampaikan tiga tuntutan terkait kedaulatan masyarakat sipil, perombakan sistem negara, serta perbaikan kondisi pendidikan di dalam negeri.
Suara.com - Ratusan massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Majelis Perwakilan Rakyat terus berusaha menerobos barikade kepolisian yang menghalangi mereka untuk menuju aksi di Patung Kuda, Jakarta, Jumat (17/7/2026).
Mereka tertahan di Jalan Merdeka Selatan persis depan kawasan Monas. Oleh karena itu, massa aksi berusaha memutar melalui ruas Jalan Merdeka Selatan di depan BSI Tower.
Namun dari pantauan Suara.com di lokasi hingga pukul 17.28, barisan personil kepolisian juga telah membuat barisan untuk menghadang laju mereka.
"ini adalah bentuk pembungkaman, kawan-kawan!," kata orator dalam orasinya pada Jumat, (17/7/2026).
Seorang personil kepolisian juga tampak tengah melakukan negosiasi dengan massa aksi. Pihak kepolisian meminta bahwa aksi tetap di Jalan Merdeka Selatan saja.
Diketahui sebelumnya, beberapa elemen masyarakat sipil dan mahasiswa berencana melakukan unjuk rasa di sekitar Patung Kuda, Jakarta pada Jumat (17/7/202).
Namun, mereka terhadang oleh aparat kepolisian yang memasang barikade besi di ujung Jalan Merdeka Selatan. Beberapa personil kepolisian juga telah disiapkan untuk berjaga.
Dikutip dari poster @AliansiUNJmelawan massa aksi menyerukan Mosi Tidak Percaya terhadap pemerintahan Prabowo Subianto.
Mereka juga menyampaikan 3 tuntutan. Yakni, kembalikan keaudalatan masyarakat sipil, bongkar total sistem negara dan selamatkan situasi pendidikan dalam negeri. (Reporter: Alif Bintang)
Baca Juga: Gagal Tembus Patung Kuda, Massa Aliansi Rakyat Tertahan Barikade Polisi
Berita Terkait
-
Gagal Tembus Patung Kuda, Massa Aliansi Rakyat Tertahan Barikade Polisi
-
Kejagung Digeruduk, Massa Desak Program MBG Disetop
-
'Kami Muak' Menggema di Depan Kejagung, Massa Desak Program MBG Dihentikan
-
Ikut Demo? Jangan Lakukan 5 Kesalahan Fatal Ini saat Terpapar Gas Air Mata
-
Sering Picu Demo, 10 Undang-Undang Ini Tengah Dievaluasi oleh Kementerian HAM
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Sempat Memanas, Massa Pendemo Coba Terobos Barikade Polisi Demi ke Patung Kuda
-
Persis Solo Resmi Rekrut Feby Eka Putra, Bidik Promosi ke BRI Super League
-
Sudah Masuk Ranah Pidana, KPK Ungkap Dasar Hukum Tolak Laporan Gratifikasi Raja Juli
-
4 Physical Sunscreen Heartleaf Cegah Kulit Sensitif Iritasi Akibat Sinar UV
-
Bebas dari Status Tersangka, Piche Kota Akui Alami Trauma: Saya Belum Bisa Kembali Normal
-
BGN Pamer Opini WTP, Langsung Dicecar Ramai-ramai Anggota DPR: Jangan-jangan Dibikin-bikin
-
9 Rekomendasi Serum Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Wajah
-
Dua Mahasiswa Indonesia Bawa Isu Kesehatan Mental Lewat Sepak Bola ke Markas PBB
-
Daftar Tim Super League Paling Banyak Rekrut Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia
-
Pengacara Don Ritto: Emas 74 Kg di Rumah Febrie Adriansyah Milik Pengusaha Bidang Dakwah