Suara.com - Polusi dan perubahan cuaca yang tak menentu, telah membuat banyak orang mengalami masalah kesehatan umum seperti radang tenggorokan.
Radang tenggorokan sendiri menyebabkan rasa tidak nyaman seperti sensasi perih, kering, dan gatal di tenggorokan.
Mereka yang mengalami masalah radang tenggorokan, sangat disarankankan untuk menghidari makanan dan minuman tertentu.
Dikutip dari laman Hello Sehat, berikut daftar makanan yang baiknya dihindari saat mengalami radang tenggorokan.
1. Makanan Manis
Penderita radang tenggorokan diimbau untuk menghindari konsumsi makanan dan minuman tinggi gula.
Ditulis Oesophageal Patients Association, makanan terlalu manis dapat memicu kenaikan asam lambung ke kerongkongan, apalagi jika dibuat menggunakan pemanis buatan.
Asam dari lambung ini selanjutnya akan mengiritasi tenggorokan di bagian pita suara (laring). Kondisi ini dikenal dengan refluks faring laring (LPR).
Asam yang mengiritasi pita suara tentunya menyebabkan peradangan laring (laringitis), bahkan bisa menimbulkan gejala suara serak.
2. Makanan Pedas
Makanan pedas seperti sambal dan cabai bisa memicu kenaikan asam lambung yang nantinya dapat mengiritasi tenggorokan, yang membuat radang tenggorokan semakin parah.
Baca Juga: 4 Jenis Makanan yang Dapat Menyebabkan Diabetes, Wajib Kamu Tahu!
3. Buah Asam
Meski jeruk dan lemon kaya kandungan vitamin C dan dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh, tetapi kandungan asamnya dapat mengiritasi permukaan tenggorokan.
Artinya, jika mengonsumsi buah ini secara langsung untuk radang tenggorokan, gejala bisa bertambah parah.
Jika ingin mendapat manfaat vitamin C untuk radang tenggorokan dari buah jeruk dan lemon, coba campur dengan minuman seperti air hangat dan teh, guna menetralisasi kandungan asamnya.
4. Soda, Kopi, dan Alkohol
Soda, alkohol, dan kafein dapat memicu iritasi di tenggorokan. Selain itu, minum minuman beralkohol, seperti bir dan wine, selama mengalami radang tenggorokan juga bisa menyebabkan dehidrasi sehingga tubuh semakin sulit untuk pulih.
Untuk Anda yang aktif merokok, sebaiknya hindari juga konsumsi rokok selama mengalami sakit tenggorokan. Pasalnya, asap rokok dapat mengiritasi saluran pernapasan.
Di samping itu, Anda juga bisa menjalani pengobatan dengan minum obat antibiotik untuk radang tenggorokan jika kondisi ini disebabkan oleh infeksi bakteri.
Namun ingat, Anda perlu resep dokter untuk bisa minum obat antibiotik dengan aman. Bila gejala tidak kunjung sembuh selama lebih dari satu minggu, segerakan untuk berkonsultasi ke dokter.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak
-
Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini
-
Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes
-
Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol
-
Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu
-
Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat
-
Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak
-
Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh
-
Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C
-
Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma