Suara.com - Jaga kebersihan mulut dan gigi memang sangat penting untuk kesehatan secara keseluruhan. Namun, ada beberapa kebiasaan kebersihan mulut dan gigi yang justru tidak baik untuk kesehatan.
Salah satu kebiasaan kebersihan mulut dan gigi yang bisa berdampak negatif adalah menyikat gigi terlalu keras atau menggunakan sikat gigi terlalu keras.
Kebiasaan kebersihan mulut dan gigi ini berpotensi menyebabkan kerusakan pada gigi dan gusi, seperti pengikisan enamel hingga gusi menyusut.
Orang yang sering menyikat gigi terlalu keras atau menggunakan sikat gigi terlalu keras mungkin akan merasakan gigi lebih sensitif.
Alih-alih sikat gigi yang keras atau menyikat gigi terlalu keras, Anda bisa menggunakan sikat gigi yang lebih lembut.
Dilansir dari News Week, ada pula beberapa kebiasaan kebersihan mulut dan gigi lainnya termasuk:
1. Menggunakan tusuk gigi
Bila ada makanan yang menyangkut di sela-sela gigi, Anda juga bisa flossing untuk mengatasinya. Benang gigi untuk flossing memang dirancang untuk menghilangkan sisa makanan di antara gigi supaya tidak membahayakan mulut dan gusi.
Jangan pernah menggunakan tusuk gigi atau sejenisnya untuk membersihkan makanan yang menyangkut di antara gigi.
Baca Juga: 5 Manfaat Minum Susu sebelum Tidur, Baik untuk Jantung
Hal itu karena gusi bisa sangat sensitif dan membutuhkan waktu lama untuk pulih. Jadi, pastikan Anda selalu menyimpan benang gigi untuk berjaga-jaga melakukan flossing.
2. Memutihkan gigi di rumah
Gigi putih mungkin impian semua orang. Namun, ada beberapa orang yang mencoba mencapainya menggunakan campuran jus lemon dan soda bikarbonat murni untuk memutihkan gigi.
Campuran bahan alami ini nyatanya bisa merusak enamel gigi. Akibatnya, itu akan membuat gigi lebih sensitif dan rentan berlubang.
3. Menggunakan minyak cengkeh
Beberapa orang mungkin menggunakan minyak cengkeh encer untuk mengurangi rasa sakit gigi dan maag. Studi tahun 2016 menunjukkan minyak cengkeh bisa membantu mengatasi rasa sakit.
Namun, penggunaan minyak cengkeh bisa menimbulkan efek samping berupa gusi sakit dan bengkak, pendarahan, dan iritasi mulut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
Pilihan
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
-
BREAKING NEWS: Kantor Dinas Pendidikan Sulsel Digeledah Kejati
Terkini
-
Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum
-
Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis Redakan Wasir dengan Cara Alami
-
Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun
-
Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?