Suara.com - Baru-baru ini, salah satu personel INFINITE, Kim Sungkyu dikatakan mengalami cedera pada bagian dagunya. Kabar ini sendiri diinformasikan melalui pihak agensi melansir dari Soompi pada Selasa (9/8/2022).
Akibat cedera tersebut, dari hasil pemeriksaan idol satu ini harus segera melakukan tindakan operasi.
"Dia saat ini dirawat di rumah sakit dan sebagai hasil dari tes yang menunjukkan patah rahang, dia memiliki jadwal operasi Minggu ini," kata Double H TNE selaku pihak agensi.
Kondisi tersebut juga membuat Kim Sungkyu harus menjalani perawatanperawatan sehingga dirinya akan absen dalam beberapa waktu ke depan.
Cedera pada dagu sendiri memang cukup rawan dialami banyak orang. Melansir laman WebMD, terdapat beberapa kondisi yang menyebabkan dagu mengalampi patah atau bergeser. Beberapa kondisi tersebut di antaranya sebagai berikut.
- Kecelakaan saat berkendara khususnya sepeda motor
- Penyerangan pada area dagu
- Adanya cedera karena olahraga
- Terjatuh cukup keras
- Kecelakaan kerja
Perlu diketahui, kondisi ini lebih sering terjadi pada pria dibandingkan dengan wanita. Rahang yang patah atau berpindah sendiri biasanya juga menimbulkan berbagai gejala seperti berikut.
- Munculnya rasa sakit pada bagian rahang
- Adanya perasaan tidak nyaman karena gigi tidak menyatu dengan benar (maloklusi)
- Adanya masalah untuk membuka rahang atau saat berbicara.
- Terjadi pembengkakan atau memar pada rahang.
- Mati rasa pada bagian bibir bawah dan dagu karena kerusakan saraf
- Pendarahan pada bahian mulut.
- Gigi yang terlepas atau hilang
- Munculnya memar pada bagian bawah lidah atau luka di saluran telinga
Biasanya ketika rahang harus segera mendapat perawatan. Untuk perawatan rahang yang patah ini sendiri dapat dilakukan dengan beberapa cara di antaranya sebagai berikut.
Perawatan di rumah
Rahang yang patah dapat dirawat di rumah. Namun, ketika mengalaminya seseorang dapat menemui dokter terlebih dahulu. Untuk perawatan di rumah sendiri bisa dilakukan dengan memberikan es pada bagian rahang untuk mencegah pembengkakan.
Seseorang bisa juga untuk tidak menggerakkan rahang selama masa penyembuhan. Bungkus perban di bawah dagu dan di atas kepala untuk melumpuhkannya. Hal ini dapat membantu rahang kembali pulih.
Perawatan medis
Untuk perawatan medis, biasanya dokter akan memberikan obat penghilang rasa sakit. Dokter juga akan menyarankan untuk mengonsumsi makanan yang lunak selama masa penyembuhan.
Pada beberapa kasus, jika rahang yang patah juga mengalami pergeseran adanya kemungkinan perlakuan operasi untuk mengencangkan ligamen yang menopang rahang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun
-
Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional