Selain karena tindik telinga bayi, ada pula penyebab atau faktor risiko lainnya sehingga si kecil mengalami infeksi, di antaranya adalah:
- Terdapat kuman serta bakteri,
- Pemasangan anting terlalu ketat,
- Alergi terhadap salah satu bahan metal dalam anting, dan
- Ada bagian anting yang masuk ke dalam daun telinga.
Berikut adalah gejala atau tanda saat tindik telinga bayi mengalami infeksi, yaitu:
- Kemerahan,
- Pembengkakan area telinga,
- Terasa hangat saat disentuh, anak mengalami demam,
- Keluar nanah pada luka.
Pertolongan pertama yang orangtua bisa lakukan untuk mengatasi infeksi akibat tindik telinga adalah membersihkan area telinga dengan saline atau larutan garam.
Hindari membersihkan area infeksi dengan kapas yang mengandung alkohol karena akan meningkatkan sensitivitas.
Dokter juga kemungkinan akan memberikan rekomendasi untuk tetap menjaga kebersihan telinga serta mengoleskan salep antibakteri.
Jika setelah dua hari infeksi pada telinga bayi tidak juga membaik, segera bawa si kecil kembali ke dokter.
Kemungkinan, perlu waktu 1 – 2 minggu sampai infeksi benar-benar sembuh sampai bayi bisa menggunakan anting kembali setelah tindik telinga.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini
-
Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi
-
Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!
-
Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?
-
Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung
-
Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman
-
Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi
-
Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga
-
Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan
-
Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal