Suara.com - Hubungan seks sering dipercaya sebagai aktivitas fisik yang bisa menurunkan berat badan. Tetapi, tak banyak tahu berhubungan seks bisa membakar berapa kalori.
Jumlah kalori yang Anda bakar saat berhubungan seks jelas tergantung pada beberapa faktor.
Posisi seks yang Anda pilih, berapa lama berhubungan seks berlangsung dan seberapa aktif Anda akan memiliki efek nyata pada seberapa banyak kalori yang terbakar.
Sebuah studi tahun 2013, para ilmuwan di University of Montreal menemukan bahwa pria membakar lebih banyak kalori daripada wanita saat berhubungan seks.
Hasil temuan yang diterbitkan dalam jurnal PLOS ONE, menemukan bahwa rata-rata pria membakar 100 kalori rata-rata. Sedangkan, wanita hanya membakar 69 kalori.
Diperkirakan pria membakar sekitar 4,2 kalori selama sesi penetrasi dan wanita hanya membakar 3,1 kalori.
Hal ini mungkin dipengaruhi oleh pria yang lebih aktif berhubungan seks secara fisik. Sehingga pengeluaran energi mereka lebih tinggi, bahkan untuk jumlah olahraga yang sama.
Posisi seks yang berbeda juga bisa memberikan hasil yang berbeda dalam pembakaran kalori. Berikut ini dilansir dari The Sun, beberapa posisi seks yang membantu pembakaran kalori.
1. Posisi seks jongkok
Baca Juga: Ashton Kutcher Menjadi Lumpuh, Buta dan Tuli Karena Terjangkit Autoimun Langka, Vaskulitis
Wanita akan membakar kalori paling banyak selama posisi seks jongkok. Posisi ini bisa membakar kalori wanita sebesar 137 kalori dan pria sebesar 48 kalori.
2. Posisi seks berdiri
Posisi seks berdiri merupakan posisi paling intens kedua untuk pria yang bisa membantu membakar energi besar lainnya. Pria dapat membakar sekitar 198 kalori, sedangkan wanita akan kehilangan sekitar 145 kalori.
3. Posisi seks koboi
Posisi seks ini bisa membakar cukup banyak kalori untuk wanita, sekitar 137 kalori. Sedangkan, posisi seks cowgirl bisa membakar 139 kalori. Pada posisi ini, pria akan membakar lebih sedikit kalori, yakni 48 kalori.
4. Posisi seks teratai atau lotus
Posisi seks lotus tidak memerlukan tingkat fleksibilitas yang tinggi dan juga akan membantu Anda menurunkan sedikit kalori, yakni 148 untuk pria dan 139 untuk wanita.
5. Posisi seks 69
Posisi seks 69 ini membutuhkan upaya yang cukup besar dari kedua pasangan. Tetapi, wanita lebih banyak kehilangan kalori pada posisi seks ini, yakni 111 kalori dan pria sebanyak 78 kalori.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
Terkini
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional
-
Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus
-
Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?